PASER – Setelah sempat tertunda, Pembangunan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Long Ikis, akhirnya mendapat kepastian terkait kelanjutan pembangunannya meskipun mengalami penyesuaian anggaran.
Anggota Komisi II DPRD Paser, Agus Santosa, menyebut kepastian terkait kelanjutan pembangunan SMAN 3 Long Ikis, diperoleh setelah pihaknya melakukan pendekatan melalui hearing atau dengar pendapat dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kaltim guna memastikan keberlanjutan pembangunan sekolah itu.
Di mana pada pertemuan tersebut, Komisi II DPRD Paser tidak secara spesifik membahas besaran anggaran, melainkan menyoroti kepastian kebijakan pemerintah provinsi terhadap kelanjutan proyek tersebut. Hasilnya anggaran lanjutan pembangunan diupayakan masuk dalam pergeseran dan kegiatan pembangunan telah masuk dalam Rencana Strategis (Renstra).
“Ada kepastian bahwa pembangunan SMAN 3 Long Ikis sedang diupayakan dan sudah masuk dalam rencana strategis (Renstra) mereka yang pasti untuk anggaran tetap menggunakan APBD provinsi,” katanya, Jumat (27/2/2026).
Meski pagu anggaran pembangunan SMAN 3 Long Ikis dalam pergeseran nantinya tidak sebesar rencana awal, di mana sebelumnya dianggarkan sebesar Rp24 miliar lebih. Namun Komisi II DPRD Paser tetap mendorong agar pembangunan sekolah tersebut dilanjutkan, sebab SMAN 3 Long Ikis telah diproyeksikan untuk dapat dimanfaatkan pada 2026.
“Memang sekolah itu sudah di proyeksikan bisa kita manfaatkan di tahun 2026 ini, tapi ternyatakan tertunda. Makanya kami berusaha maksimal sesuai dengan kewenangan kami,” ujarnya.
Agus menjelaskan tertundanya pembangunan sebelumnya bukan disebabkan oleh mekanisme penganggaran, melainkan akibat wanprestasi dari pihak kontraktor. Karena dinilai tidak mampu memenuhi progres pembangunan sesuai ketentuan, sehingga kontraknya diputus.
Saat ini, proses kelanjutan pembangunan masih berjalan. Apabila benar masuk dalam pergeseran anggaran, Agus memperkirakan eksekusi fisik dapat dilakukan sekitar bulan Juni. Ia berharap pada 2026, bangunan SMAN 3 Long Ikis sudah bisa dimanfaatkan meski pada tahap awal hanya beberapa fasilitas yang dikerjakan.
“Sesuai penjelasan provinsi, kemungkinan yang bisa dikerjakan baru ruang kelas, ruang kepala sekolah, dan ruang guru. Tapi harapan kami, tahun 2026 ini bangunan tersebut sudah bisa dimanfaatkan,” jelasnya.
Pewarta: Nash
Editor: Yahya Yabo





