Anggaran Rp20 M Gratispol Belum Disalurkan, Kendala di Kampus Penerima

SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memacu percepatan penyaluran Program Gratis Pendidikan Berkelanjutan (Gratispol), terutama bagi mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Kaltim, Dasmiah, menegaskan percepatan tersebut penting dilakukan karena waktu penyaluran sudah memasuki akhir tahun, sementara masih ada anggaran atau lebih kurang Rp20 miliar yang belum tersalurkan.

Menurut Dasmiah, salah satu penyebab keterlambatan adalah masih banyak mahasiswa yang belum mengisi link Gaspol, padahal data tersebut menjadi syarat mutlak untuk proses pemadanan.

“Kami mengimbau seluruh perguruan tinggi negeri maupun swasta untuk segera mendorong mahasiswanya mengisi link Gaspol. Ini penting untuk memadankan data apakah mahasiswa tersebut benar-benar warga Kaltim dan tidak menerima beasiswa lain,” jelasnya.

Ia menerangkan pemadanan data diperlukan untuk menghindari kesalahan administrasi, mengingat sebelumnya ditemukan sejumlah pemohon yang bukan berasal dari Kaltim atau terindikasi menerima bantuan serupa dari program lain.

“Kalau tidak dipadankan, penerimanya bisa salah. Dan kalau ketahuan menerima ganda, bisa-bisa harus mengembalikan. Jadi langkah ini untuk mencegah masalah dikemudian hari,” tegasnya.

Pemprov telah membentuk Satgas Percepatan Gaspol Pendidikan di setiap kampus untuk memastikan proses penyaluran berjalan cepat dan akurat.

Terkait penyaluran Gratispol di PTS, Dasmiah menyebut kendala yang sering muncul justru berasal dari kampus, seperti rekening mahasiswa yang tidak aktif. Kondisi tersebut turut menghambat proses transfer.

“Dari sisi pemerintah, dananya siap. Tapi ada kampus yang datanya belum lengkap atau rekening mahasiswa tidak aktif. Jadi ini sebenarnya kendala dari perguruan tinggi,” ungkapnya.

Saat ini, hanya tersisa satu perguruan tinggi yang masih menyelesaikan kendala teknis rekening. Pemprov menargetkan seluruh pencairan dapat berlangsung serentak.

Sementara itu, untuk perguruan tinggi negeri, Pemprov telah mencairkan penyaluran tahap satu hingga tahap tiga, dan melanjutkan proses tahap empat dan lima. Adapun Gratispol untuk guru disebut sudah selesai ditransfer sepenuhnya.

Pendaftaran Gratispol Afirmasi ditutup pada 18 November dan menarik antusiasme cukup besar. Program itu diperuntukkan bagi kelompok dengan kriteria khusus, seperti penyandang disabilitas, mahasiswa berprestasi tingkat internasional, dan mereka yang berasal dari desa sangat tertinggal.

“Karena ini khusus, syaratnya juga sangat spesifik. Setelah ditutup, belum bisa dipastikan apakah akan dibuka lagi. Kita lihat perkembangan nanti,” ujar Dasmiah.

Menjawab pertanyaan kelanjutan program tahun depan, Dasmiah merujuk pada pernyataan Gubernur Kaltim.

“Untuk kepastian tahun depan, Pak Gubernur sudah menyampaikan bahwa anggaran Gaspol Pendidikan dijamin pada 2026. Jadi Insya Allah tetap berlanjut,” jelasnya.

Pewarta: Hanafi
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI