Arie Wibowo Reses di Sungai Pinang Dalam, Terima Seluruh Aspirasi Warga

SAMARINDA – Sekretaris Komisi III DPRD Kota Samarinda, Arie Wibowo, melaksanakan kegiatan reses masa sidang I di Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Samarinda Utara, tepatnya di Jalan Gerilya Gang Perjuangan I, Minggu (8/2/2026). Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan RT serta warga setempat yang antusias menyampaikan berbagai aspirasi dan keluhan lingkungan.

Saat reses Arie Wibowo, menjelaskan reses merupakan momentum silaturahmi sekaligus sarana menyerap langsung permasalahan warga di daerah pemilihan. Ia mengaku baru dilantik pada Agustus lalu sehingga kunjungan tersebut menjadi bagian awal dari komitmennya untuk turun langsung ke masyarakat.

“Reses ini kami maknai sebagai silaturahmi. Warga silakan sampaikan apa saja permasalahan yang dihadapi. Apa yang bisa kami bantu akan kami perjuangkan, meskipun tentu ada keterbatasan,” ujar Arie.

Sejumlah persoalan utama disampaikan warga, terutama terkait banjir yang kerap terjadi saat hujan, akibat drainase yang mengalami pendangkalan dan belum dibersihkan secara optimal. Warga menyebutkan genangan air kerap muncul meski hujan hanya berlangsung singkat.

Selain banjir, warga mengeluhkan kondisi jalan lingkungan yang masih berupa tanah sepanjang sekitar 40–50 meter, khususnya di Blok A yang menjadi akses alternatif ketika jalan utama tergenang. Kondisi tersebut dinilai membahayakan dan menghambat mobilitas warga.

Menindaklanjuti keluhan tersebut, Arie Wibowo menyempatkan diri berkeliling lingkungan Sungai Pinang Dalam bersama perwakilan RT dan warga untuk melihat langsung kondisi drainase yang diusulkan agar segera diperbaiki. Dalam peninjauan itu, Arie melihat sejumlah saluran air yang mengalami sedimentasi dan penyempitan, sehingga tidak mampu menampung debit air saat hujan deras.

“Kami perlu melihat langsung di lapangan agar usulan yang disampaikan warga benar-benar sesuai kondisi sebenarnya. Drainase ini memang perlu perhatian karena berpengaruh langsung terhadap banjir,” kata Arie di sela peninjauan.

Keluhan lain datang dari warga perbatasan RT 35, 36, 37, dan 38 yang menyebutkan masih adanya jalan kampung yang belum tersentuh pembangunan, minim drainase, serta penerangan jalan yang belum memadai, padahal kawasan tersebut kini semakin padat penduduk.

Tidak hanya persoalan infrastruktur, warga menyoroti minimnya ruang bermain anak. Salah seorang warga menyampaikan anak-anak kini lebih sering bermain gawai atau Ponsel karena tidak tersedianya lapangan atau fasilitas bermain setelah kawasan permukiman semakin padat.

“Dulu anak-anak masih bisa main di lapangan, sekarang sudah tidak ada lagi. Kami berharap ada perhatian untuk fasilitas bermain anak,” ungkap Endang salah seorang warga.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Arie Wibowo menyampaikan Komisi III DPRD Samarinda memiliki fokus pada sektor pembangunan infrastruktur, termasuk jalan dan drainase. Ia berjanji akan menindaklanjuti seluruh masukan warga dan mengupayakan agar masuk dalam skala prioritas pembangunan.

“Pemerintah kota saat ini memang fokus pada penanganan banjir. Aspirasi ini akan kami catat dan kami perjuangkan, apakah bisa masuk prioritas tahun ini atau pada anggaran berikutnya,” jelasnya.

Arie menegaskan pembangunan menggunakan anggaran pemerintah harus memperhatikan status kepemilikan lahan, agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

Kegiatan reses berlangsung dalam suasana santai dan dialogis. Warga berharap hasil reses tersebut tidak hanya menjadi catatan, tetapi benar-benar ditindaklanjuti dalam bentuk perbaikan infrastruktur dan fasilitas lingkungan.

Pewarta: Hanafi
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI