ASN Kerja Tidak Maksimal, Wali Kota Tegaskan Pemotongan TPP

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni memberikan teguran keras bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) apabila kinerjanya tidak maksimal, di mana akan ada pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

Menurut Neni, hal tersebut sangat perlu disampaikan secara terbuka agar seluruh pegawai dapat menjalankan tugasnya dengan maksimal. Sebab TPP bukanlah hak yang diterima pegawai secara otomatis setiap bulannya, melainkan salah satu bentuk apresiasi atas kinerja dengan rasa tanggung jawab.

“Jadi saya ingatkan kalau TPP tidak mau dipotong, bekerjalah dengan maksimal, penuh rasa tanggung jawab jangan setengah-setengah,” ucapnya, Selasa (20/1/2026).

Selain itu, Neni menjelaskan penilaian kinerja pada ASN dilakukan secara objektif. Tidak lagi sekedar laporan administrasi saja. Mulai dari kehadiran, bahkan pencapaian kinerja di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Jadi ada poin ada koin, kerja sesuai target. Apabila tidak mau ada pemotongan. Walaupun anggaran kita rendah biar wali kota dan DPR yang mencari dananya,” sebutnya.

Pewarta: Dwi S
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI