Aulia-Rendi Awali Kepemimpinan Diskusi Santai Bersama Pers di Bukit Mahoni

TENGGARONG – Pasangan pemimpin muda Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri dan Rendi Solihin, memulai masa kepemimpinan dengan cara yang unik.

Alih-alih melakukan inspeksi mendadak seperti lazimnya kepala daerah baru, Aulia-Rendi memilih membuka dialog terbuka bersama insan pers.

Pertemuan digelar di Bukit Mahoni, Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang, jauh dari hiruk pikuk pemerintahan pada Selasa (1/7/2025) malam.

Suasana diskusi berjalan dengan begitu intim, seperti tanpa sekat dan batasan. Tanpa embel-embel jabatan, tanpa membeda-bedakan. Karena memang begitulah suasana diskusi yang diinginkan Aulia-Rendi.

Mereka mengaku sengaja menggelar agenda ini tanpa diketahui orang pemerintahan. Hal tersebut dilakukan lantaran kadang-kadang campur tangan birokrasi membuat agenda justru jadi lebih formal dan tegang.

Di bawah naungan rindang pepohonan yang diselimuti pekatnya malam, suasana diskusi berjalan dengan begitu cair. Cahaya lampu kuning yang bergelantungan menambah diskusi ini terasa semakin mesra dan disempurnakan dengan aneka sajian yang dijajakan UMKM lokal.

Aulia Rahman Basri membuka diskusi dengan memaparkan niatnya di balik agenda ini. Ia mengaku memang telah merencanakan untuk memulai agenda publik dengan melakukan pertemuan dengan awak media. Hal itu dilakukan untuk melihat kondisi objektif, bagaikan realitas yang terjadi di Kukar.

“Karena biar bagaimanapun saya bersama bro Wabup ini bagian dari pemerintahan sebelumnya. Artinya kita pasti melihat pemerintahan ini baik-baik saja,” serunya.

Sehingga inisiasi agenda ini lahir dengan tujuan agar bisa berdiskusi lebih dekat dan terbuka dengan awak media. Ia mengibaratkan pertemuan ini sebagai cermin yang dilakukan Aulia-Rendi untuk bercermin dan melihat kondisi diri. Oleh sebab itu, Aulia berharap diskusi tersebut dapat berjalan dengan terbuka dan jujur.

“Karena kadang-kadang kalau kita tidak melihat ke cermin, orang-orang akan bilang kalau kita ini tampan. Apalagi para penjilat-penjilat di luar sana itu pasti bilang luar biasa bosku, ganteng banget. Padahal rambut kita sudah acak-acakan dan jelek lah pokoknya,” sebut Aulia sambil berkelakar dan disambut sedikit tawa.

Aulia-Rendi menegaskan komitmennya untuk terus berbenah dan terus menyempurnakan program-program yang digagas agar lebih tepat sasaran dan menyentuh persoalan masyarakat. Berbagai topik terlontar dalam diskusi ini, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga lingkungan.

Keduanya selalu menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan dengan penuh perhatian. Meski memiliki pembawaan dan gaya penyampaian yang berbeda dalam menjawab setiap persoalan. Namun dalam diskusi ini tergambar jelas bahwa keduanya menggenggam visi yang sama untuk masa depan Kukar.

“Karena kami menilai yang bisa melihat dengan jernih hari ini adalah jurnalis. Karena mereka bisa melihat dengan objektif permasalahan yang ada di masyarakat, bisa melihat dengan baik masalah-masalah yang terjadi di masyarakat,” ungkapnya. (adv)

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI