TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) di bawah kepemimpinan Bupati Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin resmi menapaki periode baru 2025–2030. Usai dilantik pada 23 Juni lalu, pasangan Aulia–Rendi langsung meneguhkan komitmen politik mereka lewat perumusan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 yang mengusung visi ‘Kukar Idaman Terbaik’.
Kukar Idaman Terbaik merupakan akronim dari Kutai Kartanegara Inovatif, Berdaya Saing, Mandiri serta Terbukti, Berprestasi, dan Kerja Nyata. Visi tersebut diterjemahkan ke dalam arah pembangunan yang menargetkan terwujudnya fondasi pusat pangan, pariwisata, dan industri hijau yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD yang digelar di Kantor Bappeda Kukar, Selasa (16/9/2025), Aulia–Rendi memaparkan lima misi besar yang dijabarkan ke dalam 17 program prioritas.
Misi pertama menitikberatkan pada pemerataan pelayanan dasar kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial. Kedua, mendorong hilirisasi pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif sebagai pondasi ekonomi non-ekstraktif. Ketiga, membangun tata kelola pemerintahan yang profesional. Keempat, memperkuat pendidikan karakter dan pelestarian lingkungan berbasis kearifan lokal. Terakhir, pemerataan pembangunan kewilayahan yang berkeadilan.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menegaskan Musrenbang tersebut bukan hanya formalitas, melainkan forum untuk memperkaya konsep RPJMD dengan masukan dari para pemangku kepentingan.
“Poin penting penyusunan ini kami ingin memastikan bahwa 17 program dedikasi itu mampu terlaksana, dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Aulia, RPJMD periode pertama Kukar Idaman Terbaik akan fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar, mulai dari pelayanan kesehatan, infrastruktur, hingga pengembangan kualitas SDM.
Selain fokus pada kebutuhan dasar, Aulia menambahkan 2025–2029 akan menjadi fase awal bagi implementasi terobosan strategis. Beberapa di antaranya ialah diversifikasi ekonomi non-ekstraktif, penerapan smart government, dan sinkronisasi perencanaan pembangunan lintas sektor.
“Kami ingin menterjemahkan semua program ini, sehingga semua pihak dan masyarakat kepentingannya terwakili dalam RPJMD yang menjadi kitab suci pembangunan kita lima tahun ke depan,” sebutnya. (adv)
Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo





