Ayedh Dejem Group Satu-satunya Investor Asing Investasi Langsung di IKN

NUSANTARA – Direct investment atau penanaman modal secara langsung oleh investor asing ke Ibu Kota Nusantara (IKN) sejauh ini baru satu. Keseriusannya dibuktikan dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Otorita IKN. Yakni Ayedh Dejem Group, perusahaan asal Uni Emirat Arab (UEA). Tidak ragu keluarkan investasi Rp4,1 triliun langsung di calon ibu kota baru.

Plang atau papan nama Ayedh Dejem, sudah tertancap kokoh persis di sebelah Plaza Bhineka Tunggal Ika (titik nol dulu). Dekat dengan balai kota atau kantor Otorita IKN. Luas lahannya 9,71 hektare.

Terkait hal itu, Deputi Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Sudiro Roy Santoso, mengungkapnya informasi tersebut belum lama ini.
“Betul, Ayedh Dejem Group investor asing pertama yang investasi langsung di IKN,” ungkapnya.

Masuknya Ayedh Dejem Group sebagai investor asing pertama ke IKN tentu menggembirakan. Sebab sejak awal IKN dibangun, banyak narasi menyebut apabila IKN diminati banyak investor asing. Namun rupanya masih sebatas wait and see dengan hanya muncul di daftar letter of intent (surat minat). Belum tentu masuk membawa investasi.

Sementara di semester pertama 2026, sang pengembang properti dan investor berbasis di Dubai membuktikan sekaligus pionir. Raksasa properti tersebut menggelontorkan dana investasi sekira Rp4,1 triliun. Mandiri alias modal tunggal. Bukan melalui konsorsium atau joint venture.

Ayedh Dejem tidak secara tiba-toba menanam investasi di calon Ibu Kota Baru. Perjalanan penjajakannya cukup lama. Berkunjung dulu ke IKN Pada 8 Mei 2025, selang beberapa hari setelah itu melakukan penandatanganan Non-Disclosure Agreement (NDA) alias perjanjian kerahasiaan. Setidaknya mulai dari Mei 2025 telah memakan waktu lebih 9 bulan.

Perusahaan tersebut tidak langsung membangun fisik. Publik masih harus menunggu setidaknya lebih satu tahun dari sekarang. Sekira pertengahan 2027 nanti, proses yang dilalui masih beberapa tahap.

Terlebih dulu pendetailan perencanaan. Kemudian pengurusan segala perizinannya, sampai lelang kontraktor yang membangun.

“Memakan waktu maksimal satu setengah tahun,” tandas Sudiro.

Konstruksi fisiknya sendiri akan berjalan bertahap sampai 5 tahun ke depan atau sekira 2031.

Proyek yang akan dibangun dan dikembangkan Ayedh Dejem Group mixed-use development (mencakup area komersial terpadu), terdiri dari pusat perbelanjaan modern, perkantoran, sampai ruang publik. Konsepnya sesuai visi IKN yakni smart city.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI