Banjir hingga Debit Air Rendah Jadi Ancaman di PPU

PPU – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai memperkuat koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk menangani dua persoalan besar yang masih membayangi daerah yakni banjir dan krisis air bersih.

Bupati PPU, Mudyat Noor, mengatakan penanganan sumber daya air kini menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat hingga keberlangsungan sektor pertanian.

“Alhamdulillah respons dari BWS sangat baik. Kita terus berkoordinasi untuk menyelesaikan persoalan yang ada, khususnya terkait banjir dan ketersediaan air bersih,” ujarnya.

Menurutnya persoalan air di PPU tidak lagi sekadar soal banjir musiman, tetapi juga menyangkut rendahnya debit air bersih dan kebutuhan irigasi pertanian yang semakin meningkat.

“Ini saling berkaitan. Kita tidak hanya bicara banjir, tapi juga bagaimana menjamin ketersediaan air bersih dan mendukung irigasi pertanian masyarakat,” katanya.

Pemkab PPU bersama BWS saat ini mulai melakukan penanganan di sejumlah titik rawan. Wilayah Lawe-Lawe disebut menjadi kawasan yang lebih dahulu mendapatkan penanganan, sebelum program dilanjutkan ke kawasan Labangka hingga Sungai Riko.

Langkah yang dilakukan meliputi normalisasi sungai hingga penguatan sistem sumber daya air untuk mengurangi risiko banjir sekaligus menjaga suplai air bersih. Selain itu, pemerintah daerah juga telah mengusulkan peningkatan kapasitas bendungan kepada BWS agar daya tampung air dapat diperbesar.

Usulan tersebut dinilai penting mengingat kebutuhan air bersih masyarakat terus meningkat, sementara ancaman kekurangan air masih terjadi di beberapa wilayah.

Di sisi lain, kondisi tersebut mencerminkan tantangan infrastruktur dasar di daerah penyangga Ibu Kota Nusantara yang masih menghadapi persoalan klasik, mulai dari banjir hingga keterbatasan akses air bersih.

Karena itu, Pemkab PPU menilai sinergi antara pemerintah daerah, BWS, hingga pemerintah pusat menjadi kunci agar persoalan sumber daya air dapat diselesaikan secara bertahap dan berkelanjutan.

“Harapannya daya tampung air meningkat dan kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Pewarta: Deddy Pz
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI