SAMARINDA – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (DPPKUKM) Provinsi Kalimantan Timur terus mendorong agar koperasi desa tidak hanya berfokus pada kegiatan simpan pinjam, tetapi menjadi penggerak ekonomi masyarakat di tingkat bawah.
Kepala DPPKUKM Provinsi Kaltim, Heni Purwaningsih, menyampaikan sebagian besar koperasi desa di bawah program Koperasi Merah Putih masih berhati-hati dalam menyalurkan pinjaman dalam bentuk uang tunai.
“Belajar dari pengalaman yang sudah ada, beberapa pengurus koperasi memang belum berani menyalurkan pinjaman dalam bentuk uang tunai. Mereka lebih konsen pada pemenuhan kebutuhan masyarakat,” ujar Heni di Samarinda baru-baru ini.
Menurutnya koperasi kini banyak memilih berfokus pada penyediaan kebutuhan dasar petani dan peternak seperti pakan ternak, pupuk, dan sarana pertanian, sekaligus membantu pemasaran hasil panen dan peternakan warga.
“Bagaimana koperasi itu juga berfungsi memasarkan sayurnya, kemudian ternaknya juga. Jadi pasokan kebutuhan pakan atau pemasarannya itu bisa difasilitasi oleh koperasi,” jelasnya.
Heni menegaskan koperasi bukan sekadar lembaga penyalur dana, melainkan wadah kreativitas dan inovasi ekonomi masyarakat yang mampu memperkuat kemandirian desa.
“Jadi bukan hanya dana, bukan hanya pinjaman. Ini tentang bagaimana koperasi mampu berinovasi dan memenuhi kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Untuk mendukung langkah itu, Disperindagkop Kaltim terus mendorong kemitraan antara koperasi dan BUMD, terutama dalam menjaga ketersediaan bahan pokok di wilayah pedesaan.
“Kalau perlunya bahan pokok, kita upayakan kemitraan dengan mitra-mitra BUMD,” tambahnya.
Sebagai informasi, pembentukan 1.037 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kaltim merupakan bagian dari program nasional 80.000 Koperasi Merah Putih se-Indonesia, tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan koperasi merah putih di tingkat desa dan kelurahan.
Peluncuran program tersebut di Kelurahan Lempake, Samarinda Utara, dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud.
Koperasi Merah Putih Kelurahan Lempake, Samarinda Utara, resmi diluncurkan, Senin (21/7/2025) lalu, menjadi salah satu bukti nyata penerapan konsep yang disampaikan Heni.
Sebagai salah satu dari 137 koperasi percontohan (mock up) se-Indonesia, Koperasi Merah Putih Lempake membenarkan kebijakan Disperindagkop Kaltim dengan tidak menjalankan program permodalan berbentuk dana segar, melainkan fokus pada penguatan unit usaha dan kebutuhan masyarakat.
“Kami memang belum membuat program permodalan berupa dana tunai. Fokus kami membangun sistem usaha yang kuat dulu,” ungkap Ketua Koperasi Merah Putih Lempake, Adung KS Utomo, beberapa waktu lalu.
Ia menyebut langkah itu sejalan dengan semangat koperasi produktif yang ditekankan pemerintah. Saat ini, koperasi sudah menjalankan tiga unit usaha utama yakni gerai sembako, pangkalan elpiji subsidi, dan apotek hasil kerja sama dengan Kimia Farma.
Selain itu, struktur kelembagaan telah dibentuk dengan lima orang pengurus dan tiga pengawas, serta tengah mempersiapkan tahapan rekrutmen anggota.
“Kami ingin masyarakat terlibat langsung, karena besar kecilnya koperasi tergantung dari partisipasi anggota,” tegasnya.
Adung memastikan meski berada di wilayah yang memiliki beberapa koperasi lain, Koperasi Merah Putih Lempake akan tetap fokus pada usaha berbasis kearifan lokal terutama di sektor pertanian dan peternakan.
“Kami punya segmen pasar dan potensi sendiri. Fokus kami pada usaha yang dekat dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Pewarta: Hanafi
Editor: Yahya Yabo





