TENGGARONG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai memetakan ancaman yang diperkirakan akan mewarnai Pemilu 2029. Selain hoaks dan disinformasi, pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam kampanye politik dinilai menjadi tantangan baru yang harus diantisipasi sejak dini.
Karena itu, Bawaslu Kukar membangun sinergi dengan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kukar untuk memperkuat literasi informasi sekaligus menjaga kualitas demokrasi di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.
Komitmen tersebut dibahas dalam kegiatan Konsolidasi Demokrasi dalam Memperkuat Penyelenggaraan Pemilihan Umum di Luar Tahapan yang digelar di Sekretariat SMSI Kukar, Jalan Danau Jempang, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kamis (9/7/2026).
Ketua Bawaslu Kukar, Teguh Wibowo, mengatakan konsolidasi di luar tahapan Pemilu sengaja dilakukan dengan mengunjungi berbagai pemangku kepentingan. Selain parlemen dan partai politik, media menjadi salah satu mitra strategis karena memiliki peran besar dalam menjaga ruang informasi publik tetap sehat menjelang tahun politik.
“Kunjungan kami ini juga bagian dari kegiatan non tahapan, dengan mengunjungi berbagai rekan termasuk media. Semoga kita bisa bekerja sama lebih baik,” ujar Teguh.
Menurut Teguh, pembahasan tidak hanya berkaitan dengan pengawasan pemilu secara umum. Sejumlah isu strategis mulai dipetakan sejak sekarang, mulai dari sistem Pemilu, ambang batas parlemen, politik uang, hingga dampak pembangunan Ibu Kota Nusantara terhadap penyelenggaraan Pemilu di Kukar.
Ia menilai berbagai isu tersebut berpotensi memunculkan disinformasi apabila tidak diantisipasi sejak awal.
Teguh memprediksi dinamika politik nasional akan mulai meningkat pada 2027. Situasi tersebut dipastikan ikut berdampak ke daerah, termasuk Kutai Kartanegara yang bersinggungan langsung dengan kawasan IKN.
Salah satu isu yang diperkirakan menjadi perhatian adalah kemungkinan perubahan daerah pemilihan menyusul masuknya lima kecamatan ke kawasan IKN.
“Di 2027 situasi akan memanas dan kami sebagai kelembagaan harus sama-sama mengawasinya. Akan ada isu politik uang, isu IKN, hingga perubahan Dapil. Karena itu kami berharap bisa berkolaborasi dengan SMSI untuk memitigasi hoaks dan diseminasi informasi yang berkembang,” katanya.
Anggota Bawaslu Kukar Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa, Fahrisal, menambahkan pengawasan demokrasi tidak dapat dibebankan kepada Bawaslu semata. Menurutnya media memiliki posisi strategis dalam membangun ruang informasi yang sehat sekaligus menangkal penyebaran hoaks dan isu bernuansa SARA.
Ia mengatakan pengawasan partisipatif menjadi salah satu kunci untuk menjaga kualitas demokrasi menjelang Pemilu 2029.
“Isu seperti money politic, SARA, dan disinformasi tidak dapat ditangkal Bawaslu seorang diri. Kami perlu peran kawan-kawan media untuk ikut mengawalnya,” tegas Fahrisal.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Kukar Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat, Munir Anshory, mengingatkan tantangan berikutnya bukan hanya soal hoaks, tetapi penggunaan AI dalam metode kampanye politik.
Menurutnya perkembangan teknologi membuat penyelenggara Pemilu dan media perlu meningkatkan kapasitas sejak sekarang agar mampu menghadapi pola kampanye yang terus berubah.
“Kami juga perlu bantuan untuk peningkatan kapasitas dari sisi jurnalistik. Mengapa penting? Karena kita akan dihadapkan dengan metode kampanye AI. Ini perlu kita persiapkan bersama sebelum aturan kampanye diterbitkan pada 2028 nanti,” jelas Munir.
Apresiasi disampaikan Anggota Bawaslu Kukar Koordinator Divisi SDMO, Sri Muliati Ningsih. Ia menilai media memiliki kontribusi besar dalam menjaga kualitas penyelenggaraan Pilkada karena menjadi penghubung informasi antara penyelenggara Pemilu dan masyarakat.
“Keberhasilan Pemilukada juga tak lepas dari keberhasilan teman-teman media. Kami mengawal proses demokrasinya, teman-teman mengawal proses pewartaan. Atas nama lembaga kami mengucapkan terima kasih atas kerja keras teman-teman media,” ujarnya.
Ketua SMSI Kukar, Angga Triandi, menyambut baik langkah Bawaslu membangun kolaborasi sejak jauh sebelum tahapan Pemilu 2029 dimulai.
Menurut Angga, SMSI Kukar yang menaungi 35 perusahaan media siber siap menjadi mitra dalam menghadirkan informasi yang akurat sekaligus memperkuat upaya menangkal hoaks di ruang publik.
“Kami berharap bisa terus bersinergi memberi informasi yang akurat, menangkal hoaks, sekaligus memperkuat komunikasi melalui berbagai saluran bersama Bawaslu,” jelas Angga.
Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo





