JAKARTA – Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) memberikan ultimatum kepada pemerintah usai menyerahkan 11 poin tuntutan dalam aksi bertajuk Indonesia Cemas 2025 yang digelar di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (28/7/2025). Mahasiswa memberi tenggat waktu 3×24 jam kepada pemerintah untuk memberikan respons resmi.
“Kami tunggu tiga kali 24 jam agar pemerintah merespons tuntutan ini, sepakat teman-teman?,” seru perwakilan BEM SI di atas mobil komando yang disambut sorak massa aksi.
Dalam orasinya, perwakilan BEM SI menegaskan aksi ini bukan sekadar simbolik, melainkan merupakan ekspresi keresahan atas berbagai persoalan bangsa yang telah mereka kaji secara mendalam.
BEN SI menuntut jaminan dari pemerintah seluruh aspirasi yang diserahkan tidak akan diabaikan atau dianggap sebagai formalitas belaka.
“Yang kami inginkan hari ini bukan hanya permintaan maaf dan ucapan terima kasih. Kami ingin tidak terjadi kecolongan lagi,” ujar juru bicara BEM SI.
Mahasiswa meminta kepastian dokumen tuntutan yang telah dibundel akan benar-benar dibahas oleh pemerintah sebagai bahan pengambilan kebijakan.
Di hadapan peserta aksi dan awak media, mahasiswa membacakan pernyataan sikap yang tertulis dalam dokumen.
“Dengan ini kami sampaikan aspirasi dan tuntutan aksi Indonesia Cemas 2025 agar segera dipertimbangkan dan dilaksanakan oleh pemangku kebijakan pemerintahan Indonesia untuk kemaslahatan rakyat,” ujar perwakilan BEM SI
Sebagai bentuk komitmen, dokumen resmi tuntutan mahasiswa tersebut kemudian ditandatangani oleh perwakilan BEM SI dan Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro.
Massa mengingatkan apabila dalam batas waktu 3×24 jam tidak ada tanggapan konkret dari pemerintah, mereka siap menggelar aksi lanjutan dengan skala lebih besar.
Pewarta: Fajri
Editor: Yahya Yabo





