PASER – Tingkatkan peran masyarakat dalam pembauran kebangsaan untuk membangun harmoni dalam keberagaman, Pemerintah Kabupaten Paser gelar sosialisasi Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) 2025, berlangsung di Aula Awa Bapekat, Kantor Desa Pasir Belengkong, Jumat (21/11/2025).
Wakil Bupati Paser, Ikhwan Antasari, menyampaikan dasar pelaksanaan kegiatan mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2006 tentang Penyelenggaraan Pembauran Kebangsaan di Daerah, serta Permendagri Nomor 71 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyelenggaraan Wawasan Kebangsaan.
“Regulasi tersebut mengamanahkan pemerintah untuk memfasilitasi kegiatan pembauran dan wawasan kebangsaan secara berkelanjutan. Selain itu, FPK berkewajiban menjadi kepanjangan tangan pemerintah dalam mensosialisasikan nilai-nilai kebangsaan dan membaurkan keberagaman suku serta adat istiadat di Kabupaten Paser,” kata Ikhwan Antasari.
Beberapa kegiatan prioritas yang akan dilaksanakan Pemkab guna mengoptimalkan peran FPK di Kabupaten Paser yaitu melakukan koordinasi, komunikasi, dan konsultasi terkait program FPK sesuai ketentuan Permendagri yang telah ditetapkan menjadi pelopor utama pembauran seluruh suku dan adat istiadat, melalui pendekatan secara langsung dalam setiap kegiatan sosial dan budaya.
“FPK harus diperluas hingga tingkat kecamatan dan desa, hal ini penting untuk meminimalisir potensi konflik sosial di wilayah. Para kepala desa dan ketua BPD yang hadir diharapkan dapat menjadi pelopor keamanan, ketertiban, serta menjaga kerukunan antar suku di wilayah masing-masing,” tegasnya.
Kabupaten Paser dengan luas wilayah 11.603 kilometer persegi, terdiri dari 10 kecamatan, 139 desa, dan 5 kelurahan. Dihuni sekitar 310 ribu jiwa yang berasal dari berbagai suku seperti Paser, Banjar, Dayak, Jawa, Bugis, Toraja, Batak, Bali, dan lainnya menjadikan Kabupaten Paser layaknya miniatur Indonesia.
“Dengan keberagaman yang ada, Bumi Daya Taka ini bisa disebut sebagai miniatur Indonesia. Keberagaman ini harus menjadi kekuatan sosial kita dalam membangun daerah,” pungkasnya.
Pewarta: Nash
Editor: Yahya Yabo





