BPBD Paser Jalankan Pemetaan Daerah Rawan dan Sumber Air, Waspada Karhutla

PASER – Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Paser, mulai kesiapsiagaan menghadapi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di daerah.

Kepala Pelaksana BPBD Paser, Ruslan, menyebut berdasarkan rilis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) musim kemarau pada tahun ini terbilang normal, diprediksi dimulai bulan Juli dan puncaknya terjadi pada bulan Agustus.

Berkaitan dengan mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla di wilayahnya. BPBD Paser telah melakukan pemetaan daerah-daerah rawan.

“Kejadian kebakaran tahun 2023 kita jadikan dasar untuk pemetaan tahun, untuk wilayah kota Tanah Grogot, itu di Desa Jone. Terus untuk Kecamatan Paser Blekong, itu di Desa Sangkuriman,” sebut Ruslan saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (28/7/2025).

Untuk penanganan Karhutla ini, Ruslan menyebut perlu adanya kerja sama lintas sektor, sehingga perlu ada koordinasi lebih lanjut dengan stakeholder, guna membahas upaya mengurangi risiko Karhutla yang lebih besar.

“Kami akan melakukan koordinasi bersama instansi terkait, termasuk dengan pihak perusahaan yang memiliki konsesi di kawasan hutan,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya akan melakukan pemetaan lokasi sumber air, untuk memudahkan petugas di lapangan saat melakukan pemadaman. Karena sebelumnya, petugas di lapangan kesulitan mencari sumber air terdekat dan terpaksa harus mengambil air di lokasi yang jauh dari lokasi kejadian.

“Kita akan mengadakan evaluasi dan pemetaan lagi berkaitan dengan tata kelola air kita. Karena kemarin, saat kita melakukan pemadaman ternyata kejauhan mengambil airnya,” pungkasnya.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Paser, Senin 28 Juli 2025, terdapat 14 titik hot spot (titik panas) di Kabupaten Paser. Tersebar di tiga kecamatan, yakni Batu Sopang sembilan titik, Muara Komam satu titik, dan Paser Belengkong sebanyak empat titik.

“Jumlah titik hot spot ini terus mengalami perubahan, seiring dengan perubahan cuaca. Apabila hujan turun maka jumlahnya akan menurun dan apabila cuaca panas maka akan bertambah,” jelasnya.

Pewarta: Nash
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI