PASER – Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalop) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Paser, mencatatkan penurunan signifikan jumlah titik panas di Bumi Daya Taka dari 14 menjadi nihil.
Berdasarkan informasi sebaran titik panas yang diperoleh Pusdalop Paser dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per hari Minggu (3/8/ 2025), titik panas di Kabupaten Paser nihil atau tidak ada titik panas. Sementara sebelumnya per 28 Juli 2025, jumlah titik panas di Paser tercatat mencapai 14 titik.
Tim Pusdalop BPBD Paser, Putu, mengatakan salah satu penyebab menurunnya sebaran titik panas di Paser lantaran perubahan cuaca, seperti mendung yang terjadi beberapa hari terakhir.
“Dua hari ini ‘kan panas kurang, mungkin itu penyebabnya jumlah titik panas di Paser nihil,” kata Putu saat dikonfirmasi, Minggu (3/8/2025).
Kondisi ini tentu berbeda dari pekan lalu tepatnya 28 Juli 2025, di mana cuaca di Paser terpantau panas terik, sehingga jumlah titik panas di Paser menjadi cukup banyak yakni 14 titik yang tersebar di tiga kecamatan yakni Batu Sopang 9 titik, Paser Belengkong sebanyak 4 titik, dan Muara Komam 1 titik.
“Sembilan titik di Batu Sopang dan satu titik di Muara Komam itu berada di Kawasan Pertambangan, empat titik di Paser Belengkong itu berada di Desa Laburan tepatnya di sekitar kawasan perkebunan,” sebutnya.
Meski jumlah titik panas di Paser sebelumnya cukup banyak, namun tingkat akurasinya masih berada di angka 7 sampai 8, atau termasuk dalam level medium yang artinya panas. Meski masih di level aman, namun kemungkinan munculnya api masih ada.
“Kalo potensi api masih tetap ada, karena akurasi data dari satelit tidak real time. Bisa saja hari ini ada kebakaran, tapi satelit baru dapat mendeteksi besoknya,” jelasnya.
Meski saat ini tidak ada titik panas yang terdeteksi di Kabupaten Paser, namun BPBD Paser tetap menghimbau masyarakat untuk tetap waspada. Pasalnya BMKG memprediksi, awal Agustus ini adalah puncak musim kemarau, sehingga potensi Karhutla masih tetap ada.
Pewarta: Nash
Editor: Yahya Yabo





