Bukit Biru, Primadona Wisata Alam untuk Menikmati Pemandangan di Kukar

TENGGARONG – Bagi pencinta alam sekaligus pemburu panorama matahari terbit maupun tenggelam, Bukit Biru di Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar), adalah destinasi yang wajib masuk agenda perjalanan.

Sejak resmi dibuka pada 2013, bukit yang puncaknya menyajikan pemandangan indah Kota Tenggarong ini telah bertransformasi dari lokasi milik perorangan menjadi objek wisata yang dikelola secara profesional oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Transformasi tersebut tidak hanya menghadirkan peningkatan fasilitas, tetapi menanamkan kesadaran lingkungan bagi para pengunjung melalui penerapan aturan yang ketat.

Dikatakan oleh Ketua RT 9 sekaligus pengelola Bukit Biru, Legimin, hal tersebut sengaja diterapkan guna menjaga keasrian lokasi.
“Pengunjung dilarang membuang sampah sembarangan, membuat api unggun, atau melakukan pembakaran, karena area puncak cukup kecil,” tegasnya, Senin (11/8/2025).

Selain itu, setiap pengunjung yang hendak menikmati pemandangan dari puncak diminta menjaga perilaku, terutama saat melintasi permukiman warga. “Harapannya, semua bisa saling menghormati, tidak ugal-ugalan, dan menjaga suasana kampung tetap kondusif,” tambahnya.

Tarif yang dipungut di Bukit Biru tergolong terjangkau, hanya Rp5.000 untuk kunjungan pagi dan Rp10.000 bagi yang bermalam. Dana tersebut digunakan untuk pemeliharaan serta penambahan fasilitas seperti toilet, lampu penerangan, tali tambang di jalur menanjak, dan pagar kawat duri demi keamanan.

Momen paling ramai di Bukit Biru terjadi saat akhir pekan atau libur panjang, ketika wisatawan berbondong-bondong datang sejak dini hari demi menyaksikan matahari terbit yang memesona. Suasana tenang di puncak, ditemani kabut tipis dan udara segar, membuat pengalaman ini menjadi daya tarik tersendiri.

Dengan kombinasi panorama indah dan edukasi lingkungan, Bukit Biru tidak hanya menjadi tujuan rekreasi, tetapi juga pusat pembelajaran bagi pengunjung tentang pentingnya menjaga alam.

“Wisata ini bukan sekadar melihat pemandangan, tapi juga mengajak kita bertanggung jawab pada lingkungan,” ungkapnya. (adv)

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI