Bupati Aulia Terobos Lumpur, Kukar Siapkan Strategi Hidupkan kembali Sawah Tidur Demi Kemandirian Pangan

TENGGARONG – Dengan mengendarai motor trail dan menerobos jalan berlumpur di Rapak Rabau, Kelurahan Loa Ipuh, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, menunjukkan gaya kepemimpinan lapangan. Aksi itu bukan sekadar simbol, tetapi bukti keseriusan Pemkab Kukar dalam menghidupkan kembali ratusan hektar sawah tidur yang selama ini tak bisa ditanami akibat genangan air.

Kunjungan lapangan tersebut menjadi langkah awal dari strategi besar Kukar untuk menekan ketergantungan pangan luar daerah. Dari laporan kelompok tani, sekitar 200 hektar sawah di Loa Ipuh gagal panen selama bertahun-tahun karena saluran air tersumbat dan tak berfungsi.

“Dari laporan masyarakat, lahan seluas 200 hektar ini terkendala karena terendam air. Karena itu perlu intervensi melalui normalisasi agar aliran air bisa langsung ke sungai,” tegas Aulia di lokasi.

Bagi Aulia, problem klasik seperti genangan dan irigasi rusak tidak boleh lagi dibiarkan. Fokus pemerintah kini bukan membuka lahan baru, melainkan mengoptimalkan potensi sawah eksisting agar kembali produktif.

“Dari total 17 ribu hektar sawah di Kukar, baru sekitar 13 ribu yang aktif ditanami. Sisanya, termasuk 200 hektar di Loa Ipuh ini, belum bisa dimanfaatkan secara maksimal,” jelasnya.

Pemkab Kukar melalui Dinas Pekerjaan Umum tengah menyiapkan rencana intervensi teknis berupa normalisasi saluran air dan perbaikan jaringan irigasi. Langkah ini akan diintegrasikan dalam program pengairan tahun 2026 dengan estimasi anggaran Rp8–10 miliar.

“Tadi sudah kita sepakati rencana intervensi. Program normalisasi akan masuk finalisasi penganggaran tahun 2026,” ujarnya.

Selain Loa Ipuh, wilayah Jahab juga menjadi prioritas penanganan karena menghadapi persoalan pengairan serupa. Aulia memastikan kebijakan pertanian Kukar ke depan akan berorientasi pada infrastruktur pendukung produksi, mulai dari sistem irigasi hingga jalan usaha tani.

“Ke depan, intervensi kita akan fokus pada pengairan dan jalan usaha tani sebagai tulang punggung produksi,” tegasnya.

Langkah ini menegaskan arah pembangunan pertanian Kukar yang kini berpindah dari ekspansi lahan ke revitalisasi lahan tidur. Dengan begitu, petani tak hanya kembali menanam, tetapi juga bisa meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas secara berkelanjutan.

Kunjungan Bupati Aulia sekaligus menandai komitmen pemerintah daerah untuk turun langsung ke lapangan dan memastikan kebijakan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. Bagi petani Loa Ipuh, kehadiran pemimpin di tengah lumpur menjadi sinyal bahwa pemerintah benar-benar hadir bersama mereka dalam memperjuangkan pangan daerah. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI