Bupati Kukar Dorong Perusahaan Gunakan Pelat Lokal dan Genjot Ekspor Produk Desa

TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri mendorong strategi memperkuat kemandirian fiskal daerah melalui optimalisasi kontribusi perusahaan dan pengembangan potensi ekspor desa. Salah satu langkah yang diharapkan adalah penggunaan kendaraan berpelat Kukar oleh seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah Kukar, serta pencatatan transaksi bahan bakar agar masuk sebagai konsumsi daerah.

“Kita berharap seluruh perusahaan yang ada di Kukar menggunakan kendaraan berpelat Kukar. Karena dari situ dana bagi hasilnya lumayan besar. Kedua, kita juga berharap semua penggunaan bahan bakar itu Delivery Order (DO)-nya tercatat untuk Kukar. Itu juga tinggi kontribusinya,” ujar Aulia, Selasa (22/7/2025).

Selain mengoptimalkan potensi fiskal dari sektor formal, Aulia menekankan pentingnya penguatan sektor non ekstraktif seperti pariwisata, pertanian, UMKM, dan koperasi. Salah satu langkahnya yakni melalui program Koperasi Merah Putih yang dirancang untuk menjadi kekuatan ekonomi desa dan memperkuat fiskal di tingkat lokal.

“Di Kukar ini sudah kita diskusikan dan rancang sedikit formulasi yang akan dibangun untuk Koperasi Merah Putih, agar bisa menjadi kekuatan memperkuat fiskal desa. Kalau fiskal desa kuat, maka desa akan mandiri,” jelasnya.

Aulia menyoroti Alokasi Dana Desa (ADD) yang mencapai 10 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) merupakan beban besar bagi pemerintah daerah. Karena itu, memperkuat kapasitas fiskal di tingkat desa menjadi langkah penting untuk meringankan beban fiskal pemerintah kabupaten.

“Kalau desa kuat, minimal secara per kapita kita juga kuat. Sehingga pemerintah bisa lebih fokus pada peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB),” imbuhnya.

Untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Aulia menyebut ada dua rumus utama. Yaitu membawa orang luar datang dan membanjiri pasar luar dengan produk Kukar.

“Kalau orang luar datang dan belanja di Kukar, maka akan ada perputaran uang yang menguatkan PDRB kita,” paparnya.

Pemkab Kukar saat ini sedang melakukan inventarisasi potensi ekspor dari desa, kelurahan, dan kecamatan. Hal ini seiring dengan dibukanya jalur penerbangan langsung dari Balikpapan ke sejumlah negara seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei.

“Dengan jalur penerbangan langsung ini, harapannya tingkat ekspor dari Kukar bisa semakin meningkat,” ungkapnya. (adv)

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI