TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menyalurkan bantuan makanan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kali ini, bantuan disalurkan di wilayah Loa Duri Ilir dan Kecamatan Loa Kulu sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan kebutuhan pangan warga rentan terpenuhi.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan penyaluran bantuan tersebut menjadi salah satu program sosial yang terus dijalankan Pemkab. Selain membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, program tersebut diharapkan mampu menjangkau lebih banyak penerima pada masa mendatang.
“Kami menyalurkan bantuan makanan di wilayah Loa Duri Ilir, kemudian dilanjutkan dengan penyaluran bantuan makanan di Kecamatan Loa Kulu,” kata Aulia, Senin (22/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, bantuan makanan disalurkan kepada masyarakat yang telah terdata sebagai penerima manfaat. Di Kecamatan Loa Kulu, program tersebut menjangkau lima Desa yang menjadi sasaran distribusi bantuan.
Menurut Aulia, program bantuan makanan merupakan salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan ekonomi. Karena itu, program tersebut akan terus dipertahankan dan dikembangkan.
“Di Loa Kulu, terdapat lima desa yang menerima bantuan makanan. Program ini merupakan program yang sangat baik dan Insya Allah akan terus kami kembangkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Pemkab ingin memastikan setiap warga yang masuk kategori rentan memiliki akses terhadap kebutuhan pangan yang cukup. Melalui program itu, bantuan diberikan secara berkala berdasarkan data sosial yang telah diverifikasi.
Aulia menjelaskan seluruh penerima bantuan ditetapkan berdasarkan data yang dihimpun Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) di tingkat desa dan kelurahan. Data tersebut kemudian diolah Dinas Sosial Kukar sebelum bantuan disalurkan.
Ia menegaskan validitas data menjadi faktor penting agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
“Data penerima bantuan berasal dari data Puskesos yang kemudian diolah oleh rekan-rekan di Dinas Sosial. Berdasarkan data tersebut, bantuan kemudian kami salurkan kepada masyarakat yang berhak menerima,” katanya.
Saat ini, jumlah penerima bantuan di setiap kecamatan berkisar antara 150 hingga 200 orang. Namun pemerintah daerah berencana meningkatkan jumlah tersebut seiring evaluasi dan pembaruan data penerima manfaat.
Selain itu, Aulia meminta para pengurus dan relawan sosial di tingkat desa terus memperbarui data masyarakat yang membutuhkan bantuan. Data tersebut nantinya menjadi dasar pemerintah dalam menyusun berbagai program sosial yang lebih tepat sasaran.
Sasaran penerima bantuan masih difokuskan kepada kelompok masyarakat dalam desil 1 dan desil 2, termasuk sebagian warga pada kelompok desil berikutnya yang masih masuk kategori rentan dan membutuhkan dukungan pemerintah.
“Saat ini, jumlah penerima bantuan di masing-masing kecamatan berkisar antara 150 hingga 200 orang. Ke depan, jumlah tersebut berencana akan kami tingkatkan,” ujar Aulia.
Ia mengingatkan agar bantuan yang telah diterima tidak dialihkan kepada pihak lain tanpa mengikuti ketentuan yang berlaku. Menurutnya bantuan tersebut harus dimanfaatkan sebagaimana mestinya agar tujuan program dapat tercapai dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Tujuan kita sama yaitu memastikan warga masyarakat yang membutuhkan benar-benar mendapatkan bantuan dan pelayanan yang diperlukan,” jelasnya.
Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo





