TENGGARONG – Warga Desa Sebuntal, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah menghadapi ancaman isolasi akibat kondisi jembatan kayu yang menghubungkan desa mereka dengan wilayah luar semakin parah. Jembatan tua berusia sekitar 60 tahun itu kini hampir tidak layak dilalui bahkan sepeda motor warga enggan melewatinya.
Kerusakan jembatan yang terjadi sejak sekitar satu pekan terakhir ini terus memburuk setiap hari. Seiring waktu, akses vital bagi warga mulai dari kebutuhan ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan semakin terancam.
“Rusaknya itu sudah sekitar satu mingguan. Sekarang kondisinya makin parah. Motor saja warga sudah takut lewat,” kata Jumarni, salah satu warga, Kamis (29/1/2026).
Ia menambahkan kendaraan roda empat sudah tidak bisa melewati jembatan sama sekali, memaksa warga menaruh mobil mereka dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
Meski warga sempat mengadakan gotong royong untuk memperbaiki jembatan agar sepeda motor masih bisa lewat, langkah itu hanya bersifat darurat dan belum menyelesaikan masalah secara menyeluruh.
“Warga sempat gotong royong supaya motor masih bisa lewat, tapi itu cuma sementara saja,” ujar Jumarni.
Pemerintah desa diketahui telah meninjau lokasi, namun belum ada kepastian kapan perbaikan permanen akan dilakukan. Sementara itu, warga semakin khawatir jembatan akan roboh, membuat mereka benar-benar terisolasi.
“Harapan kami cuma satu, semoga jembatan ini bisa segera diperbaiki. Karena ini satu-satunya akses kami,” sebut Jumarni.
Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo





