Cetak Lansia Mandiri dan Produktif, 200 Peserta Ikuti Sekolah Lansia DPPKB Kutim

SANGATTA – Sebanyak 200 lanjut usia (lansia) dari berbagai wilayah di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) resmi tercatat sebagai peserta angkatan pertama Program Sekolah Lansia. Program gagasan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim ini dibentuk sebagai ruang belajar strategis agar para lansia di Kutim tetap sehat, mandiri, dan produktif di usia senja.

Peluncuran program inovatif tersebut diresmikan langsung Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, bertepatan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Senin (29/6/2026).

Dalam pelaksanaannya, para peserta agenda perdana ini akan mengikuti 12 kali pertemuan yang digelar secara berkala setiap bulan. Materi yang diajarkan dirancang secara khusus, meliputi pemeliharaan kesehatan, penguatan kemandirian, hingga berbagai kegiatan pemberdayaan.

Respons positif langsung datang dari para peserta, salah satunya dari Peserta Sekolah Lansia Kedaton, Kecamatan Sangatta Utara. Kehadiran program itu dinilai memberikan dampak nyata bagi kehidupan sosial dan keseharian mereka.

“Dengan adanya Sekolah Lansia ini sangat membantu memperluas wawasan kami. Selain itu, kami bisa saling mengenal dengan teman-teman baru dan merasa menjadi lebih produktif meskipun sudah tidak muda lagi,” ungkap salah seorang peserta dari Sekolah Lansia Kedaton.

Ardiansyah Sulaiman menjelaskan selama ini pembinaan bagi kelompok lansia memang telah berjalan melalui Posyandu Lansia. Namun kehadiran Sekolah Lansia itu memberikan lompatan baru dengan pendekatan yang jauh lebih terarah dan komprehensif karena dilengkapi kurikulum pembelajaran formal.

“Harapannya satu hal, ini tetap memberikan rasa percaya diri kepada lansia bahwa mereka juga bisa mendayakan dirinya dengan baik,” ujar Ardiansyah.

Lebih lanjut, peningkatan Angka Harapan Hidup (AHH) masyarakat Kutim menjadi alasan krusial di balik peluncuran program ini. Berdasarkan data capaian tahun 2025, AHH di Kutim telah menyentuh angka 74,87 tahun atau mendekati 75 tahun.

Melihat tren tersebut, Ardiansyah menilai lansia yang menjaga kebugaran dan produktivitasnya akan tetap mampu menempati peran penting, baik di dalam lingkungan keluarga maupun interaksi sosial kemasyarakatan.

“Lansia adalah warga yang harus kita berikan penghargaan karena sekian tahun mereka mendidik putra-putrinya,” imbuhnya.

Guna memastikan program ini berjalan efektif dan menyentuh seluruh lapisan, DPPKB Kutim akan mengoptimalkan pemanfaatan bangunan Posyandu serta fasilitas milik desa sebagai pusat kegiatan belajar-mengajar. Langkah ini diambil agar akses pembinaan dapat menjangkau lebih banyak peserta di tingkat kecamatan hingga desa.

Pewarta: Ramlah
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI