CPS 2025 Makin Sesak Pengunjung, Big Bounce & Musik Timur Jadi Magnet Hari Ketiga

SAMARINDA — Memasuki hari ketiga, gelaran Culinary Playland Samarinda (CPS) 2025 kembali mencatat lonjakan pengunjung. Sejak Rabu (10/12) sore, area GOR Segiri sudah dipadati warga yang datang untuk berburu kuliner, bersantai, hingga mencoba wahana Big Bounce yang menjadi ikon anyar tahun ini.

Festival tahunan yang digagas Seven Promosindo ini resmi dibuka pada 8 Desember dan telah memasuki tahun keempat penyelenggaraan. Mengusung tema “Hajatannya Warga Samarinda”, CPS 2025 berlangsung hingga 14 Desember dan kembali menghadirkan konsep hiburan terpadu untuk keluarga dan anak muda.

Salah satu magnet utamanya adalah Big Bounce — wahana trampolin raksasa pertama dan terbesar di Kalimantan Timur. Sejak hari pertama, area ini nyaris tak pernah sepi pengunjung yang antusias menguji adrenalin.

Selain itu, CPS tahun ini juga memperkenalkan Wadah Bemain, zona hiburan baru berisi karambol, tenis meja, hingga Playstation Box. Area ini menjadi alternatif bagi pengunjung yang ingin menghabiskan waktu sambil menunggu pesanan atau sekadar mencari hiburan ringan.

Kemeriahan makin terasa berkat aksi Pasukan Huru-Hara, performer yang berkeliling sambil bernyanyi dan berjoget, menambah atmosfer riuh khas festival ini.

Daffa Akbar dari Seven Promosindo menyebut antusiasme masyarakat terus meningkat.

“Hari ketiga ini pengunjungnya semakin meningkat dari hari-hari sebelumnya. Antusias warga Samarinda masih sangat positif. Semoga sampai hari terakhir pengunjungnya makin bertambah,” ujarnya.

Ia menargetkan capaian CPS tahun ini dapat menembus rekor 2024 yang menarik lebih dari 100.000 pengunjung dengan transaksi QRIS mencapai Rp2,8 miliar.

“Untuk target tahun ini, kami berharap bisa melewati pencapaian tahun lalu, baik jumlah pengunjung maupun transaksi,” tambahnya.

Seluruh transaksi di CPS tetap menggunakan sistem QRIS Tap hasil kolaborasi dengan Bank Indonesia Kaltim. Sistem ini dinilai mempercepat layanan dan membuat proses pembayaran lebih efisien.

Dari sisi tenant, kurasi tahun ini lebih ketat. Jika pada 2024 terdapat sekitar 70 tenant, penyelenggara menguranginya menjadi 67 tenant dari Samarinda, Tenggarong, Balikpapan, dan Bontang — dengan 40 persen merupakan tenant baru. Sebagian area dialokasikan untuk Big Bounce sehingga kualitas tenant perlu dijaga tetap kompetitif.

Ragam kuliner tradisional, menu kekinian, hingga produk UMKM kreatif kembali menjadi daya tarik utama festival.

Rifka, salah satu pengunjung yang datang bersama teman-temannya, mengaku puas dengan penyelenggaraan tahun ini.

“Ini seru sih, tiap edisi selalu ada gebrakannya, termasuk fotobooth KUA dan Wadah Bemain,” katanya.
Ia menitipkan satu masukan sederhana, “Mungkin ke depannya bisa ditambah meja dan kursi ya, biar kalau datang rombongan bisa lebih nyaman makan di tempat.”

Setiap hari CPS menampilkan tema berbeda. Untuk hari ketiga, suasana dimeriahkan dengan panggung musik “Dansa dari Timur”. Salah satu agenda yang paling dinanti adalah penampilan For Revenge pada Sabtu (13/12) dalam gelaran Hajatan Warga Patah Hati.

Tiket konser dibanderol mulai Rp59.000, sementara paket spesial Rp149.000 menawarkan benefit senilai Rp264.000, termasuk tiket konser, enam tiket area Hajatan Warga Samarinda, produk, dan beragam voucher.

Informasi lengkap terkait tenant, jadwal acara, dan promo dapat diikuti melalui Instagram @culinaryplaylandsamarinda.

Penulis: Nuzul
Editor: Agus S

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI