NUSANTARA – Idulfitri tahun depan di Masjid Negara diminta sudah siap dipakai salat tarawih dilanjutkan salat Idulfitri 1447 Hijriah. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menekankan hal itu dalam kunjungan, Rabu (30/12/2025). Terlebih mengetahui langsung progresnya yang telah hampir rampung mencapai 98,40 persen.
Wapres Gibran mengungkapkan targetnya dapat dipakai salat pada Idulfitri 1447 hijriah, Maret 2026.
“Proyek strategis IKN yang pertama saya kunjungi adalah pembangunan Masjid Negara yang saat ini telah mencapai 98,4 persen. Masjid ini dirancang tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai simbol identitas Islam yang Rahmatan Lil ‘alamin di ibu kota baru Indonesia,” kata Gibran dalam keterangan resmi.
Progres Masjid Negara IKN tersebut mendekati finising akhir, ditargetkan rampung pertengahan Februari 2026.
Masjid beratap menyerupai ‘sorban’ tersebut memiliki kapasitas tampung 60 ribu jamaah (desain tahapan ultimate). Namun pada tahap awal pembangunan (saat ini) bisa dipakai untuk 29.095 jamaah.
“Targetnya dapat digunakan untuk pelaksanaan salat Idulfitri tahun 2026. Karena itu, percepatan pembangunan dan penjagaan kualitas pekerjaan menjadi hal yang terus kami kawal bersama,” tegasnya.
Kunjungan Gibran ke IKN dilakukan guna memastikan progres pembangunan strategis nasional berjalan sesuai target dan standar kualitas yang telah ditetapkan pemerintah.
Kata Gibran, hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya percepatan pembangunan IKN secara terukur, berkualitas, dan berorientasi pada fungsi pelayanan publik.
Sementara itu, Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, turut mendampingi Wapres dalam kunjungan menyebut Wapres mengapresiasi konsep Masjid Negara yang memiliki desain berbeda dari masjid pada umumnya, baik dari bentuk bangunan maupun keterhubungan dengan kawasan peribadatan lain di IKN.
“Beliau meminta supaya segera diselesaikan sehingga pada bulan Ramadan nanti masjid sudah bisa dipakai untuk ibadah tarawih dan dilanjutkan dengan pelaksanaan Salat Idulfitri,” terang Basuki.
Sekadar informasi, Masjid Negara tersebut berdiri di lahan seluas 32.125 meter persegi. Ada 2.221 meter persegi sebagai area komersial dan 7.340 meter persegi area penunjangnya.
Luas bangunan masjid mencapai 76.647 meter persegi, dilengkapi area komersial seluas 4.080 meter persegi dan area penunjang 3.456 meter persegi dengan struktur bangunan empat lantai dan dua lantai mezzanine. Fasad luarnya berwarna putih, sementara di dalam masjid beraksen cokelat. Dikerjakan ADHI Karya dan Hutama Karya (HK) KSO.
Lokasinya sekompleks dengan bangunan peribadatan lainnya seperti Gereja Basilika yang telah dibangun maupun tempat peribadatan lainnya yang telah direncanakan dibangun mendatang.
Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Yahya Yabo





