Darlis Pattalongi Soroti Dampak Media Sosial pada Anak, Minta Pemerintah dan Orang Tua Lebih Aktif Awasi

SAMARINDA — Sekretaris Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), M. Darlis Pattalongi, menyoroti meningkatnya dampak negatif penggunaan media sosial di kalangan anak-anak dan remaja. Ia menilai pengawasan tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah, tetapi harus menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan orang tua.

“Tidak cukup hanya menyerahkan pada sekolah. Pemerintah dan orang tua harus terlibat. Harus ada edukasi dan advokasi yang jelas,” kata Darlis, Senin (11/8/2025).

Menurutnya, meski penggunaan ponsel dan internet sudah menjadi bagian dari proses pembelajaran modern, potensi penyalahgunaan tetap perlu dikendalikan.

“Kita menghadapi dilema. Gawai dibutuhkan, tapi juga rawan disalahgunakan. Karena itu mitigasi menjadi kunci,” ujarnya.

Darlis menegaskan, peran keluarga sangat penting dalam membentuk karakter dan kebiasaan digital anak.

“Kontrol orang tua sangat menentukan. Media sosial harus dipakai untuk mendukung pendidikan, bukan sebaliknya,” kata politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Ia juga memastikan bahwa DPRD Kaltim akan mendorong kebijakan perlindungan anak di ranah digital, termasuk penguatan literasi media, peningkatan edukasi etika bermedia sosial di sekolah, serta program pencegahan dampak buruk dunia maya.

“Perlindungan anak di era digital tidak boleh setengah-setengah. Semua pihak harus ambil bagian,” pungkasnya.

(ADV/DPRD Kaltim)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI