NUSANTARA – Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, menekankan perguruan tinggi harus menangkap peluang strategis seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Hal tersebut disampaikan Menag ketika melawat ke UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Sabtu (25/4/2026).
Saat berada di gedung rektorat kampus beralamat di Jalan H.A.M. Rifaddin, Harapan Baru, Loa Samarinda Seberang, Nasaruddin mengatakan peluang besar tersebut dimiliki oleh UINSI.
“Kampus ini tentu saja harus menjadi pilihan calon mahasiswa untuk menempuh pendidikan. Justru dengan kehadiran IKN, UINSI harus mampu tampil menjadi pusat pendidikan yang maju dan diminati,” jelas Menag kepada civitas akademika UINSI.
Meski begitu, sejumlah tantangan terpampang di depan mata. Kesiapan kampus dalam menghadapi tantangan itu harus benar-benar diperhitungkan sedari dini.
“Kita harus meningkatkan keahlian dan wawasan kita, sehingga memiliki daya saing yang tinggi, UINSI harus tampil sebagai kampus ikonik dan menjadi kebanggaan daerah,” jelasnya.
Nasaruddin mendorong kolaborasi internasional makin dikuatkan melalui joint program dengan perguruan tinggi luar negeri seperti di Amerika Serikat dan Timur Tengah.
Mahasiswa UINSI harus memiliki kemampuan bahasa asing yang kuat, terutama bahasa Arab dan Inggris, agar mampu bersaing secara global.
Seiring adanya IKN, pengembangan infrastruktur kampus tak luput jadi perhatian mulai dari laboratorium komputer, penguatan perpustakaan hingga konsep kampus digital yang adaptif dan kekinian.
Dalam aspek kelembagaan, Menag menekankan pentingnya peningkatan jumlah guru besar di lingkungan UINSI. Kampus harus aktif mendorong percepatan karier para dosen ke jenjang profesor.
Untuk itu dengan adanya IKN, pengembangan infrastruktur tidak luput jadi perhatian, mulai dari laboratorium komputer, penguatan perpustakaan hingga konsep kampus digital yang adaptif serta inovatif dan kekinian.
Nasaruddin mendorong UINSI memperluas jaringan kerja sama dengan pemerintah daerah, perusahaan, serta sekolah-sekolah, termasuk pengembangan program berbasis kebutuhan lokal seperti yang sesuai dengan karakteristik Kalimantan Timur dan kebutuhan IKN.
Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Yahya Yabo





