SAMARINDA – Ramainya isu pengunduran diri sejumlah anggota organisasi yang dikaitkan dengan kondisi internal Tim Ahli Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP) Kaltim mendapat tanggapan langsung dari Bidang Informasi dan Komunikasi Publik TAGUPP Kaltim, Decky Samuel. Ia menilai narasi yang berkembang di sejumlah pemberitaan justru menimbulkan persepsi yang kurang tepat di tengah masyarakat.
Menurut Decky, pemberitaan dengan judul yang terkesan provokatif membuat publik seolah-olah menganggap organisasi tersebut sedang ditinggalkan oleh para anggotanya. Padahal kondisi sebenarnya tidak demikian.
“Kalau isi informasinya sebenarnya tidak ada masalah. Tapi judulnya yang kemudian menimbulkan kesan seakan-akan organisasi ini ditinggalkan satu per satu,” ujarnya saat dikonfirmasi Media Kaltim Network Rabu (13/5/2026).
Ia menjelaskan beberapa anggota yang memilih mengundurkan diri memiliki alasan pribadi serta tanggung jawab pekerjaan lain yang tidak dapat ditinggalkan.
Karena itu, keputusan tersebut bukan bentuk meninggalkan organisasi ataupun tidak lagi mendukung tugas yang dijalankan.
“Mereka tetap profesional. Ada pekerjaan lain yang memang harus diprioritaskan sehingga memilih mengundurkan diri,” jelasnya.
“Biasanya editor memang membuat judul yang menarik perhatian pembaca, sehingga kadang nuansanya terasa lebih kuat,” katanya.
Meski diterpa berbagai isu, Decky memastikan kondisi TAGUPP Kaltim tetap solid dan seluruh fungsi organisasi masih berjalan normal sebagaimana mestinya.
“Sampai hari ini personil TAGUPP tetap kompak dan semangat dalam menjalankan tugas dan fungsi untuk membantu pimpinan daerah dalam implementasi program unggulan dan strategis agar dapat tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Kaltim,” katanya.
Ia berharap komunikasi publik ke depan dapat lebih berhati-hati agar informasi yang disampaikan tidak memunculkan kesalahpahaman ataupun persepsi negatif di ruang publik.
Pewarta: Hanafi
Editor: Yahya Yabo





