TENGGARONG – Pemerintah Desa (Pemdes) Lebaho Ulak, Kutai Kartanegara (Kukar), menegaskan arah pembangunan tahun ini berfokus pada penguatan ekonomi masyarakat. Pasar desa dan rencana pembangunan rest area diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus penopang Pendapatan Asli Desa (PAD).
Kepala Desa Lebaho Ulak, Imansyah, menilai pasar desa bukan hanya pusat transaksi jual beli, tetapi memiliki potensi besar sebagai sumber PAD.
“Pasar di Desa Lebaho Ulak memiliki perputaran uang yang cukup besar. Karena itu, saya ingin menjadikannya sebagai sumber PAD. Harapannya pasar tidak hanya jadi tempat jual beli, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan desa,” ujarnya.
Selain mengoptimalkan pasar, Pemdes menyiapkan rencana pembangunan rest area di tepi jalan utama yang sering dilalui masyarakat. Fasilitas tersebut bakal dilengkapi warung makan, toko, dan pusat penjualan produk UMKM. Produk lokal seperti gula merah akan ditonjolkan sebagai identitas ekonomi desa.
“Kalau rest area ini terwujud, orang yang singgah bisa mengenal produk lokal kita. Desa Lebaho Ulak bisa dikenal sebagai pusat ekonomi sekaligus daerah persinggahan,” jelas Imansyah.
Imansyah menegaskan penguatan PAD menjadi penting agar desa tidak hanya mengandalkan dana transfer dari pemerintah. Dengan PAD yang lebih kuat, program pembangunan dapat disusun lebih fleksibel dan tepat sasaran.
Meski fokus pada sektor ekonomi, kebutuhan dasar infrastruktur juga tetap diperhatikan. Imansyah mengakui masih ada jalan permukiman yang belum tersentuh semenisasi. Tahun ini, desa mendapat bantuan dari anggota DPRD berupa paket semenisasi dan pengerasan jalan.
“Kalau akses jalan bagus, masyarakat terdorong membangun rumah, membuka usaha, atau lebih mudah ke kebun. Jalan yang baik pada akhirnya memperlancar roda perekonomian desa,” tegasnya. (adv)
Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo





