Desa Loa Raya Bentuk Koperasi Merah Putih, Fokus Sediakan Sembako dan Gas Elpiji Terjangkau

TENGGARONG – Pemerintah Desa Loa Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar), tengah membentuk Koperasi Merah Putih sebagai langkah strategis memenuhi kebutuhan pokok warga secara mandiri. Fokus utamanya adalah penyediaan sembako dan gas elpiji (LPG), dua komoditas yang selama ini sulit diperoleh dengan harga stabil dan terjangkau.

Kepala Desa Loa Raya, Martin, menegaskan koperasi ini dirancang untuk menyentuh kebutuhan riil masyarakat. “Kami fokuskan usaha koperasi pada gerai sembako dan agen elpiji. Selama ini warga harus mencari ke luar desa karena stok terbatas dan harga sering lebih mahal,” ujarnya, Rabu (16/7/2025).

Ia menambahkan meski sudah ada beberapa toko yang menjual kebutuhan pokok, jumlah dan distribusinya belum merata. Harga sembako di Loa Raya pun relatif lebih tinggi dibanding desa tetangga, sehingga warga menanggung beban lebih besar.

Karena itu, pihak desa mendorong percepatan pembentukan koperasi agar manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat. Gerai sembako dan agen elpiji yang dikelola koperasi nantinya akan mengutamakan keterjangkauan harga serta ketersediaan barang secara rutin.

Program Koperasi Merah Putih ini merupakan bagian dari agenda nasional yang akan diluncurkan secara serentak di seluruh Kabupaten Kukar pada 19 Juli 2025, dan dipusatkan di Kecamatan Muara Badak. Peluncuran akan digelar daring dan dipimpin langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto, serta diikuti oleh kepala daerah se-Indonesia.

Martin menekankan pentingnya partisipasi aktif pengurus koperasi dari desanya agar memahami arah program secara menyeluruh. “Pengurus harus ikut peluncuran daring agar tahu betul maksud dan tujuan program ini. Kami dari desa siap mendukung penuh,” tegasnya.

Meski pengurus koperasi masih melengkapi dokumen administratif seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), Martin optimistis koperasi akan segera beroperasi. Ia menyebut antusiasme masyarakat cukup tinggi, terutama dari kalangan ibu rumah tangga yang merasakan langsung dampak mahalnya sembako dan gas.

“Kami yakin koperasi ini akan membawa manfaat nyata, bukan cuma jualan, tapi membangun ketahanan ekonomi warga dari bawah,” pungkas Martin. (adv)

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI