SAMARINDA – Dewan Budaya Nusantara (DBN) Kaltim turut meramaikan kegiatan ‘Beauty of Samarinda’ yang digelar di Hotel Mercure, 4 Juli hingga 8 Juli 2025. Melalui partisipasi dalam stan UMKM, DBN menghadirkan enam pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai bidang sekaligus menampilkan beragam kesenian tradisional dari para anggotanya.
Ketua Harian DBN, Novarita, diwakili Rachmawati, menjelaskan keikutsertaan DBN dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk memfasilitasi para anggotanya yang umumnya adalah pegiat seni dan memiliki produk UMKM.
“Ada enam UMKM yang kami bawa. Produk-produk yang ditampilkan meliputi herbal, anyaman, buku, batik, makanan ringan, dan jamu-jamuan,” ujar Rachmawati.
Dirinya menambahkan sebagian besar anggota DBN adalah seniman yang bergerak dalam bidang kewirausahaan berbasis budaya.
Tidak hanya berpartisipasi dalam pameran produk, DBN akan mengisi sejumlah pertunjukan seni selama acara berlangsung. Di antaranya yakni penampilan musik tradisional sape, tarian daerah, hingga seni tarsul salah satu bentuk syair dan nyanyian tradisional yang akan dibawakan oleh Siti Aisyah, anggota DBN yang aktif dalam pelestarian budaya.
Rachmawati menyebut meskipun Ketua Harian DBN tidak dapat hadir, koordinasi kegiatan berjalan lancar berkat komunikasi aktif antar anggota melalui grup WhatsApp.
Ia pun menyambut baik usulan dari Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri yang hadir dalam acara pembukaan, agar hotel-hotel di Kota Samarinda memberi ruang tetap bagi UMKM lokal.
“Usul Pak Wawali tadi sangat bagus. Akan lebih baik kalau hotel-hotel bisa menyediakan stan UMKM di lobi secara bergiliran setiap harinya. Ini sangat membantu promosi dan pengembangan usaha para pelaku UMKM,” harapnya.
Kegiatan Beauty of Samarinda merupakan sinergi antara pameran UMKM, pertunjukan seni, dan workshop yang bertujuan untuk mengangkat potensi budaya dan ekonomi kreatif Kota Samarinda ke publik yang lebih luas.
“Saya berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi platform berkelanjutan bagi kolaborasi antara pelaku seni, UMKM, dan dunia usaha perhotelan,” harapnya.
Pewarta: Hanafi
Editor: Yahya Yabo





