SAMARINDA – Pengajuan Abdoel Moeis Hassan sebagai Pahlawan Nasional dari Kalimantan Timur belum berhasil lolos dalam tahapan penilaian di tingkat pusat. Kementerian Sosial Republik Indonesia mengembalikan berkas usulan tersebut kepada pihak pengusul karena bukti sejarah perjuangan dinilai masih belum lengkap dan perlu penguatan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kalimantan Timur, Sukariatmat, saat diwawancarai terkait perkembangan terbaru pengusulan gelar Pahlawan Nasional dari Kaltim.
“Berkas pengajuan Abdoel Moeis Hassan dikembalikan oleh Kementerian karena masih ada kekurangan, terutama pada bukti sejarah perjuangan yang harus diperkuat,” ujar Sukariatmat, baru-baru ini saat ditemui di ruangnya.
Menurut Sukariatmat, dalam mekanisme penetapan Pahlawan Nasional, Kemensos mensyaratkan bukti sejarah primer yang kuat seperti arsip resmi negara, dokumen perjuangan, keputusan politik strategis, serta kajian akademik yang menunjukkan kontribusi tokoh tersebut dalam skala nasional.
“Bukan berarti ditolak. Ini masih tahap evaluasi. Tim pusat meminta penguatan data dan dokumen pendukung agar peran tokoh yang diusulkan bisa dibuktikan secara historis dan akademik,” jelasnya.
Abdoel Moeis Hassan diketahui merupakan Gubernur Kalimantan Timur ke-2 periode 1962–1966 dan dikenal aktif dalam perjuangan politik daerah melalui Ikatan Nasional Indonesia (INI) dan Front Nasional, khususnya pada masa integrasi Kalimantan Timur ke dalam NKRI.
Sukariatmat menegaskan pengembalian berkas tersebut bukan penolakan permanen. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama tim pengusul masih memiliki kesempatan untuk mengajukan kembali usulan Abdoel Moeis Hassan sebagai Pahlawan Nasional pada tahun-tahun berikutnya, sepanjang seluruh kekurangan dapat dilengkapi.
“Kalau sudah dilengkapi dan diperkuat sesuai catatan dari Kementerian Sosial, pengajuan ini bisa diajukan kembali di tahun berikutnya,” katanya.
Sebelumnya Pemprov Kaltim kembali mengajukan Abdoel Moeis Hassan pada 2024 dengan melampirkan rekomendasi gubernur, biografi dan naskah akademik, serta hasil sidang Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD).
Meski belum ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional, Abdoel Moeis Hassan tetap diakui sebagai tokoh penting dalam sejarah Kalimantan Timur. Sebagai bentuk penghormatan daerah, namanya telah diabadikan sebagai Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) di Kota Samarinda sejak 4 September 2020.
Pemerintah daerah berharap dengan penguatan kajian sejarah dan kelengkapan dokumen, pengajuan Abdoel Moeis Hassan dapat kembali diproses dan dipertimbangkan pada periode selanjutnya.
Pewarta: Hanafi
Editor: Yahya Yabo





