SAMARINDA – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Timur menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam upaya perlindungan anak terlantar, khususnya anak yatim piatu yang membutuhkan perhatian dan penanganan cepat.
Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinsos Kaltim, Doni Julfiansyah, mengatakan masyarakat merupakan pihak terdekat yang paling awal mengetahui kondisi di lingkungan sekitar. Karena itu, laporan dari warga menjadi pintu masuk utama bagi pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada anak-anak yang membutuhkan.
“Sering kali masyarakat yang pertama kali melihat kondisi anak. Ketika informasi itu segera disampaikan, kami bisa langsung bergerak melakukan penanganan,” ujar Doni.
Ia menjelaskan pemerintah telah menyediakan berbagai saluran pelaporan yang dapat diakses masyarakat dengan mudah.
Warga dapat melapor melalui Dinas Sosial (Dinsos) kabupaten/kota, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), pekerja sosial di kecamatan (TKSK), pekerja sosial masyarakat, maupun relawan sosial yang ada di lingkungan setempat.
“Tidak perlu khawatir soal prosedur atau kewenangan. Yang terpenting adalah informasinya sampai, nanti petugas yang akan menindaklanjuti,” jelasnya.
Setelah laporan diterima, petugas akan melakukan penanganan awal dan asesmen untuk mengetahui kondisi anak secara menyeluruh, baik dari sisi psikologis, kesehatan, pendidikan, maupun situasi keluarga. Hasil asesmen tersebut menjadi dasar dalam menentukan bentuk intervensi yang paling sesuai.
Doni menambahkan bentuk penanganan dapat beragam, mulai dari bantuan kedaruratan, pendampingan keluarga, hingga rehabilitasi sosial di panti apabila anak dinilai membutuhkan perlindungan lebih lanjut.
“Semua langkah dilakukan dengan mempertimbangkan kepentingan terbaik bagi anak,” katanya.
Melalui keterlibatan aktif masyarakat, Dinsos Kaltim berharap kasus anak terlantar dapat lebih cepat tertangani dan tidak berlarut-larut. Menurut Doni, kolaborasi antara warga dan pemerintah menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman dan peduli terhadap anak.
“Kami berharap kepedulian ini terus terjaga, karena perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya.
Pewarta: Hanafi
Editor: Yahya Yabo





