NUSANTARA – Tempat ibadah di kawasan area peribadatan di Ibu Kota Nusantara (IKN) ke depan bakal bertambah. Setelah saat ini sudah terbangun masjid dan gereja Katolik yang kini menunggu restu Vatikan untuk menjadi Basilika pertama di Indonesia.
Deputi Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, mengungkap Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama telah berkoordinasi dengan Otorita IKN beberapa waktu lalu.
Mereka akan segera mengusulkan lahan untuk pembangunan gereja di area peribadatan di Ibu Kota Nusantara.
“Mereka sudah punya gambar, dan lain-lain ya, tinggal bagaimana nanti mereka, menyampaikan kebutuhan akan lahan gereja tersebut. Itu updatenya,” terang Deputi Alimuddin, di Masjid Negara IKN, Jumat (20/2/2026).
Sementara itu untuk masjid, Deputi Alimuddin mengatakan ke depan kemungkinan akan dikelola badan khusus.
“Kalau nanti ini pasti akan menjadi mesin negara ya, artinya akan dikelola oleh sebuah badan ya. Tetapi yang terpenting dari yang disampaikan Pak Menteri itu adalah, Rasulullah itu punya 27 mesjid ya, hanya sekian persen dipakai untuk sembahyang, selebihnya dipakai untuk pendidikan, untuk kegiatan kemasyarakatan, bahkan untuk kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat. Nah tentu itu akan kita lakukan di sini,” jelasnya.
Sedangkan gereja Katolik pembangunannya belum rampung 100 persen. Masih ada finishing di dalamnya. Soal apakah dapat dimanfaatkan segera, tergantung seberapa cepat penyelesaiannya.
“Menunggu finishingnya sejauh mana, sehingga kita bisa lihat sejauh apa kita bisa manfaatkan,” sebutnya.
Seperti diketahui, Wakil Menteri Agama (Wamenag), Romo Muhammad Syafi’i, pada 12 Februari lalu telah melakukan kunjungan kerja ke lokasi pembangunan Gereja Katolik Basilika Nusantara Santo Fransiskus Xaverius di IKN.
Wamenag menargetkan gereja serta rumah uskup sudah dapat dioperasikan sepenuhnya pada Mei mendatang guna menyambut agenda besar Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) yang dijadwalkan berlangsung di IKN.
Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Yahya Yabo





