SANGATTA – Meski memiliki ratusan destinasi wisata yang telah terdata, geliat pariwisata Kutai Timur (Kutim) dinilai belum bergerak signifikan. Minimnya promosi dan lemahnya kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi faktor utama stagnasi tersebut. Menyadari kondisi itu, Dinas Pariwisata Kutim kini mulai membidik aspek paling mendasar: peningkatan kemampuan digital pelaku wisata dan ekonomi kreatif.
Langkah tersebut diwujudkan melalui pelatihan promosi digital yang digelar di Hotel Victoria Sangatta, Senin (24/11/2025). Kegiatan itu melibatkan pemuda, pelaku usaha kreatif, dan komunitas sadar wisata.
Kepala Dinas Pariwisata Kutim, Nurullah, mengakui selama ini banyak destinasi lokal belum memiliki strategi pemasaran yang kuat. Akibatnya potensi yang besar tidak mampu bersaing di tengah persiapan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang diprediksi akan menjadi episentrum ekonomi dan pariwisata baru di Kalimantan.
“SDM adalah titik lemah yang harus segera dibenahi. Tanpa kemampuan digital, masyarakat akan sulit menangkap peluang saat IKN beroperasi penuh,” ujarnya.
Pelatihan tersebut memberi fokus pada teknik digital marketing, pengelolaan citra destinasi, serta pembuatan konten kreatif yang mampu menarik wisatawan. Peserta dibekali pemahaman tentang cara memanfaatkan media sosial, platform promosi online, hingga strategi visual yang relevan dengan tren industri.
Menurutnya peningkatan SDM harus berjalan paralel dengan penataan infrastruktur dan pengembangan kawasan wisata. Ia menegaskan sekadar memiliki banyak destinasi tidak menjamin kemajuan pariwisata, terutama tanpa kemampuan mempromosikannya secara modern dan terukur.
Ia menambahkan Rencana Pembangunan Pariwisata Nasional 2024–2035 telah menetapkan Kutim sebagai salah satu wilayah prioritas. Namun status tersebut tidak akan berdampak apabila masyarakat lokal tidak siap menjadi aktor utama.
Melalui pelatihan itu, Dispar Kutim berharap pelaku wisata dapat lebih adaptif, kreatif, dan mampu mempromosikan potensi daerahnya secara profesional.
“Kami ingin masyarakat Kutim bukan hanya menikmati dampak pembangunan, tetapi benar-benar mengambil peran dalam perkembangan ekonomi kreatif di era IKN,” imbuhnya.
Dengan dorongan itu, pemerintah berharap stagnasi yang selama ini membayangi ratusan destinasi dapat teratasi secara bertahap, seiring tumbuhnya SDM yang melek digital dan kompetitif.
Pewarta: Ramlah
Editor: Yahya Yabo





