Ditinggal Mudik, DPRD Berau Ingatkan Waspada Kebakaran Rumah

BERAU – Momentum Hari Raya Idulfitri selalu dimanfaatkan masyarakat untuk pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga. Namun di balik tradisi mudik tersebut, ada risiko yang perlu diwaspadai, terutama terkait keamanan rumah yang ditinggalkan dalam kondisi kosong.

Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan aspek keselamatan rumah sebelum berangkat mudik. Ia menilai banyak kasus kebakaran rumah yang sebenarnya bermula dari kelalaian kecil, terutama yang berkaitan dengan instalasi listrik dan peralatan rumah tangga.

“Banyak peristiwa kebakaran bermula dari kelalaian kecil, terutama yang berkaitan dengan instalasi listrik,” ujar Sumadi, Senin (17/3/2026).

Menurutnya perangkat elektronik yang tetap terhubung dengan aliran listrik tanpa pengawasan dapat memicu korsleting yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Risiko tersebut akan semakin besar ketika rumah ditinggalkan dalam waktu cukup lama tanpa ada yang memantau kondisi di dalamnya.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi rumah sebelum bepergian. Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah memutus sambungan listrik dari perangkat elektronik yang tidak digunakan.

“Masyarakat harus melakukan pemeriksaan menyeluruh kondisi rumah sebelum bepergian. Salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah memutus sambungan listrik pada perangkat elektronik yang tidak digunakan,” tuturnya.

Selain instalasi listrik, Sumadi mengingatkan agar peralatan dapur seperti kompor dipastikan dalam kondisi aman sebelum rumah ditinggalkan. Ia menilai banyak orang yang sering menganggap hal-hal tersebut sepele, padahal potensi bahayanya cukup besar.

“Hal-hal kecil seperti ini sering dianggap sepele, padahal bisa berdampak besar jika tidak diperhatikan,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kepedulian antar warga di lingkungan tempat tinggal. Menurutnya pengawasan dari masyarakat sekitar dapat membantu mengantisipasi berbagai risiko, baik kebakaran maupun gangguan keamanan lainnya.

Ia menyarankan warga yang hendak mudik untuk memberitahukan rencana tersebut kepada tetangga terdekat maupun petugas keamanan lingkungan. Dengan demikian, rumah yang ditinggalkan tetap dapat terpantau.

“Beritahukan kepada tetangga atau petugas keamanan setempat ketika hendak meninggalkan rumah. Dengan adanya pengawasan dari lingkungan sekitar, rumah yang ditinggalkan tetap dapat terpantau,” katanya.

Selain itu, Sumadi menganjurkan masyarakat untuk menitipkan rumah kepada tetangga atau keluarga terdekat agar dapat membantu memantau kondisi rumah selama ditinggal mudik.

“Kalau memungkinkan, titipkan rumah kepada tetangga atau keluarga terdekat supaya bisa ikut memantau kondisi rumah selama ditinggal mudik,” ujarnya.

Ia berharap langkah-langkah sederhana tersebut dapat menjadi perhatian masyarakat sehingga potensi kebakaran maupun gangguan keamanan selama musim mudik Lebaran di Kabupaten Berau dapat diminimalkan.

“Kewaspadaan sejak awal merupakan kunci utama untuk menjaga keselamatan rumah dan lingkungan,” sebutnya. (adv)

Pewarta: Aril
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI