DLHK Kukar Dorong Gerakan Kolektif Jaga Taman Tanjong, Media Jadi Mitra Edukasi Lingkungan

TENGGARONG – Upaya menjaga keindahan dan ketertiban ruang publik kini tidak lagi menjadi tugas sepihak pemerintah. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara (Kukar) mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk media dan komunitas, untuk ikut berperan aktif menjaga kebersihan dan kenyamanan Taman Tanjong, salah satu ikon hijau kebanggaan warga Tenggarong.

Kampanye itu menjadi bagian dari gerakan kolektif membangun kesadaran ekologis masyarakat perkotaan, seiring meningkatnya aktivitas pengunjung di taman. DLHK menegaskan pentingnya kedisiplinan pengunjung dalam mematuhi aturan dasar seperti tidak merokok, tidak membuang sampah sembarangan, dan wajib menempatkan sampah pada tempat yang disediakan.

Kepala DLHK Kukar, Slamet Hadiraharjo, mengatakan upaya menjaga taman tidak bisa hanya bergantung pada petugas kebersihan. Menurutnya, keberhasilan menjaga taman justru ditentukan oleh kesadaran dan partisipasi warga.

“Kalau imbauan kan sudah ada, tinggal bagaimana kita bersama-sama menyampaikan. Justru peran media di sini membantu kami untuk menyosialisasikan agar masyarakat sadar pentingnya menjaga lingkungan,” ujarnya, Kamis (9/10/2025).

Ia menilai media lokal memiliki peran strategis dalam membentuk budaya tertib lingkungan. Dengan publikasi yang konsisten mengenai aturan, kebersihan, dan sanksi sosial, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga ruang publik bersama.

Slamet menyoroti ancaman pencemaran akibat penggunaan plastik sekali pakai dan perilaku pengunjung yang abai terhadap aturan taman. Jika dibiarkan, perilaku ini bisa menurunkan kualitas estetika taman sekaligus mengganggu ekosistem mikro di sekitarnya.

“Yang utama adalah disiplin pengunjung. Kalau aturan ditegakkan, keindahan dan kebersihan taman bisa terjaga,” katanya.

Ia menegaskan pengelolaan Taman Tanjong harus menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. DLHK berkomitmen menyediakan fasilitas, petugas, serta pengawasan rutin, sementara warga diharapkan mengambil peran sebagai penjaga kebersihan dan ketertiban.

Sebagai langkah konkret, DLHK menggandeng komunitas pecinta lingkungan dan lembaga pendidikan untuk menggelar kegiatan kolaboratif seperti aksi bersih taman, penanaman pohon, hingga edukasi daur ulang. Program ini diarahkan untuk melibatkan generasi muda agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.

“Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk ikut peduli dan mematuhi aturan sederhana yang sudah ada,” sebutnya. (adv)

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI