Dorong Penggunaan Kemandirian Energi Desa, Pemprov Kaltim Perkuat PTLS Terpusat

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat kemandirian energi di wilayah terpencil. Salah satunya melalui pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpusat yang kini menjadi sumber listrik utama bagi masyarakat Kampung Batoq Kelo, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Timur, Bambang Arwanto, menegaskan kehadiran PLTS tersebut merupakan langkah nyata pemerintah dalam menghadirkan akses listrik yang andal dan berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah perbatasan dan pelosok.

“Kami telah turun langsung ke lokasi untuk memastikan sistem pembangkit berjalan optimal dan mampu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Bambang di Samarinda beberapa waktu lalu.

Dinas ESDM Kaltim baru saja merampungkan kegiatan monitoring dan evaluasi teknis terhadap infrastruktur energi baru terbarukan tersebut. Hasil evaluasi menunjukkan PLTS Terpusat di Kampung Batoq Kelo beroperasi dengan baik dan sesuai perencanaan.

PLTS ramah lingkungan tersebut memiliki kapasitas terpasang 60,8 kilo Watt peak (kWp) dengan dukungan inverter 50 kilo Watt (kW). Untuk menjamin pasokan listrik selama 24 jam penuh, sistem tersebut dilengkapi baterai penyimpanan energi berkapasitas 576 kilo Watt hour (kWh).

Bambang menjelaskan sistem PLTS dirancang mampu memproduksi energi listrik rata-rata 243 kWh per hari, jauh melampaui kebutuhan harian masyarakat desa atau kampung yang tercatat sekitar 85 kWh per hari.

“Produksi energi ini surplus dan sangat mencukupi untuk mendukung aktivitas warga,” jelasnya.

Saat ini, listrik dari PLTS Terpusat telah melayani 107 sambungan listrik, mencakup rumah warga serta berbagai fasilitas umum desa.

Selain itu, keberadaan PLTS meningkatkan keamanan lingkungan melalui pengoperasian 45 unit Penerangan Jalan Umum (PJU) yang menerangi akses jalan kampung.

Tetua Kampung Batoq Kelo, Antonius Legiu, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kehadiran listrik yang kini dapat dinikmati warganya secara stabil.

“Dulu sebagian warga hanya mengandalkan genset, bahkan ada yang hanya menggunakan lampu tembok. Sekarang kami sudah bisa menikmati listrik dari PLTS Terpusat,” ungkap Antonius.

Ia berharap keberadaan listrik yang andal tersebut dapat menjadi pemicu percepatan pembangunan desa, sekaligus membuka akses terhadap fasilitas dasar lainnya yang masih terbatas.

“Masyarakat berharap setelah listrik, pemerintah juga dapat membantu pemenuhan kebutuhan air bersih, layanan kesehatan, dan sarana pendidikan yang lebih layak,” pungkasnya.

Pewarta: Hanafi
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI