DPRD Berau Dorong Optimalisasi Produksi Ikan, Target 35 Ribu Ton Harus Tercapai

BERAU — Anggota Komisi I DPRD Berau, Nurung, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Perikanan (Diskan) untuk bekerja lebih maksimal dalam mencapai target produksi ikan sebesar 35.000 ton per tahun.

Dorongan ini disampaikan setelah melihat laporan capaian semester pertama tahun 2025 yang masih jauh dari target, yaitu baru mencapai 13.027,66 ton atau kurang dari 50 persen.

Menurut Nurung, pencapaian tersebut harus menjadi alarm bagi instansi terkait agar melakukan percepatan pada semester kedua.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah perlu mengambil langkah strategis dan memperkuat koordinasi dengan kelompok nelayan agar target produksi dapat tercapai sesuai rencana.

“Kita harapkan akhir tahun bisa tercapai dan dinas mesti kerja ekstra di semester kedua,” tegasnya.

Selain mendorong peningkatan hasil tangkapan di perairan laut dan perairan umum atau danau (PUD), Nurung juga menyoroti pentingnya sektor perikanan budidaya serta pengolahan ikan.

Ia menilai kedua sektor tersebut memiliki potensi besar untuk membantu menambah angka produksi sekaligus meningkatkan daya saing produk perikanan lokal.

Namun demikian, sejumlah kendala masih dihadapi para nelayan di lapangan, mulai dari kesulitan mendapatkan BBM, cuaca yang tidak menentu, hingga keterbatasan alat tangkap.

Nurung meminta agar permasalahan tersebut dapat diatasi secara bertahap sehingga tidak menghambat aktivitas nelayan.

“Kemarin masih banyak keluhan terkait BBM, cuaca, alat tangkap, dan sebagainya. Kita harapkan semua itu bisa diatasi pelan-pelan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa selain mengejar target produksi, pemerintah perlu memastikan ketersediaan pasar yang baik bagi para nelayan. Menurutnya, produksi tinggi akan sia-sia jika pasar tidak stabil atau tidak mampu menampung hasil tangkapan.

Nurung berharap Pemkab Berau dapat memperkuat manajemen perikanan secara menyeluruh, mulai dari produksi, distribusi, hingga pemasaran, sehingga kesejahteraan nelayan dapat meningkat dan sektor perikanan menjadi lebih berkelanjutan.

“Yang masih jadi PR juga itu pasar. Karena percuma kalau produksinya baik, pasarnya tidak menjamin. Kasihan nanti nelayannya,” tandasnya. (Ril)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI