BERAU – Kabupaten Berau dinilai memiliki peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan kakao sebagai komoditas perkebunan unggulan.
Tingginya permintaan kakao berkualitas di pasar global, khususnya dari negara-negara Eropa, menjadi peluang yang perlu dimanfaatkan secara serius oleh pemerintah daerah dan masyarakat.
Anggota Komisi II DPRD Berau, Sri Kumalasari, menegaskan kakao tidak hanya memiliki potensi di pasar domestik, tetapi prospek cerah untuk menembus pasar ekspor.
“Kakao memiliki prospek cerah karena tidak hanya diminati di pasar dalam negeri, tetapi juga memiliki peluang besar untuk pasar ekspor,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).
Ia menyebut negara-negara seperti Prancis dan Italia memiliki permintaan tinggi terhadap kakao berkualitas. Kondisi itu menjadi peluang strategis bagi masyarakat di Kabupaten Berau untuk meningkatkan pendapatan, khususnya bagi warga kampung yang bergerak di sektor perkebunan.
Sri menjelaskan Berau memiliki ketersediaan lahan yang cukup luas dan kondisi alam yang mendukung untuk pengembangan kakao. Apabila dikelola dengan baik dan berkelanjutan, komoditas tersebut berpotensi menjadi sumber ekonomi baru di luar sektor utama yang selama ini mendominasi.
“Dengan pengelolaan yang tepat, kakao bisa menjadi komoditas andalan yang mampu meningkatkan ekonomi masyarakat kampung,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya diversifikasi komoditas perkebunan agar masyarakat tidak bergantung pada satu jenis usaha tani saja. Diversifikasi dinilai penting untuk menjaga stabilitas pendapatan petani, terutama dalam menghadapi fluktuasi harga komoditas.
“Kalau peluang ini dimanfaatkan dengan baik, sektor perkebunan kita akan semakin variatif dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas,” jelasnya.
Sri juga menyoroti pentingnya peran pemerintah kampung sebagai penghubung antara pemerintah daerah dan masyarakat. Menurutnya masih banyak warga yang belum memahami potensi besar kakao serta program-program pendukung yang telah disiapkan pemerintah.
“Pemerintah kampung harus aktif menjadi jembatan informasi, agar masyarakat mengetahui peluang dan dukungan yang tersedia,” katanya.
Selain itu, ia mendorong pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk terus memperkuat pembinaan kepada petani kakao. Pendampingan dinilai penting, mulai dari teknik budidaya, pengendalian hama, hingga peningkatan kualitas hasil produksi agar mampu bersaing di pasar ekspor.
“Pembinaan dari dinas sudah berjalan dan harus dimanfaatkan masyarakat. Dengan dukungan pemerintah serta keterlibatan aktif warga, pengembangan kakao di Berau bisa berkembang lebih pesat,” tegasnya.
Ia berharap pengembangan kakao tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar diwujudkan sebagai salah satu pilar ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan di Berau.
“Kalau dikelola secara serius dan berkelanjutan, kakao bisa menjadi komoditas unggulan yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” jelas Sri Kumalasari. (adv)
Pewarta: Aril
Editor: Yahya Yabo





