BONTANG – Untuk mendukung dalam masuknya investasi di Kota Bontang perlu adanya pelayanan dan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai. Ini disampaikan Anggota Komisi B DPRD Kota Bontang, Nursalam.
Menurut Nursalam, pelayanan investasi yang profesional dan responsif merupakan faktor penting dalam membangun kepercayaan investor, untuk menanamkan modal di daerah.
“Kalau kondisinya seperti ini, sampai kapan pun kita tidak akan berhasil menarik investor. Jadi yang dimaksud dalam penyelenggaraan adalah bagaimana keandalan kita, memberikan layanan untuk menarik investasi,” jelasnya.
Nursalam menilai hal seperti itu bukan hanya semata-mata soal pendapatan asli daerah, akan tetapi pemerintah daerah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap strategi penguatan SDM, khususnya pada sektor pelayanan investasi yang berada di bawah kewenangan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
Menurutnya perhatian terhadap kebutuhan personel yang memiliki kompetensi khusus di bidang investasi harus menjadi prioritas. Upaya meningkatkan investasi, tidak akan berjalan optimal apabila tidak didukung oleh jumlah kualitas pegawai yang memadai.
Bukan hanya itu, Nursalam mengungkapkan keprihatinannya setelah mengetahui jumlah pegawai yang memiliki kompetensi khusus dalam pelayanan investasi masih sangat terbatas.
“Bayangkan saja dari sekian banyak pegawai hanya satu orang di DPMPTSP yang diharapkan menjadi leading sector, untuk menggairahkan investasi di Kota Bontang. Ini sangat memalukan,” tegasnya.
Nursalam menegaskan penguatan kelembagaan dan SDM harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah apabila ingin meningkatkan daya saing investasi. Selain penyederhanaan perizinan dan penyusunan regulasi yang ramah investasi, keberadaan aparatur yang kompeten dinilai, menjadi kunci dalam memberikan pelayanan yang cepat, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan calon investor.
“Pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memperkuat kapasitas DPMPTSP, baik melalui penambahan personel maupun peningkatan kompetensi pegawai sehingga upaya menarik investasi ke Kota Bontang dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” sarannya. (rm/adv)
Editor: Yahya Yabo





