BERAU – Anggota DPRD Berau, Ratna, mendorong para pengrajin batik lokal untuk terus berinovasi agar batik khas Bumi Batiwakkal semakin dikenal luas. Ia menilai, batik Berau memiliki motif unik yang tidak dimiliki daerah lain, sehingga berpotensi besar menjadi salah satu produk unggulan daerah yang mampu bersaing di tingkat nasional.
“Batik khas Berau punya keunikan yang tidak dimiliki daerah lain. Ini bisa menjadi ciri khas dan daya tarik bagi wisatawan sekaligus memperkuat identitas budaya kita,” ujarnya.
Ratna juga mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang telah mewajibkan penggunaan batik khas Berau bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap minggunya. Menurutnya, kebijakan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pengrajin lokal, sekaligus langkah efektif dalam mempromosikan produk batik khas daerah.
“Ketika pemerintah mengenakan batik khas Berau secara rutin, pengrajin merasa didukung dan diperhatikan. Ini juga menjadi cara untuk mempromosikan produk lokal,” jelasnya.
Selain itu, Ratna mendorong masyarakat agar ikut berperan aktif dalam mempromosikan batik khas daerah, terutama melalui media sosial. Ia menilai, promosi digital dapat memperluas jangkauan pasar dan menarik minat konsumen dari luar daerah.
“Setiap pembelian batik bisa jadi momen promosi. Masyarakat yang mempostingnya di media sosial turut berkontribusi mengenalkan batik Berau ke khalayak lebih luas,” tambahnya.
Ratna menekankan pentingnya inovasi desain dan warna batik agar tetap relevan dengan perkembangan tren, tanpa meninggalkan ciri khas budaya lokal. Menurutnya, kreativitas dan kualitas menjadi kunci agar batik Berau memiliki daya saing tinggi di pasar nasional maupun internasional.
“Pengrajin perlu terus berinovasi dalam motif dan warna, tetapi tetap menjaga kualitas dan ciri khas lokal. Kreativitas ini yang akan membuat batik kita semakin diminati,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ratna menjelaskan bahwa DPRD Berau telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Perlindungan dan Pelestarian Bahasa serta Budaya Daerah, yang menjadi dasar hukum dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya, termasuk batik khas Berau.
“Kita harus memastikan budaya lokal, termasuk batik, terus dilestarikan. Selain sebagai identitas budaya, batik juga bisa menjadi sumber penghasilan masyarakat dan penggerak ekonomi daerah,” ungkapnya.
Ratna optimistis, dengan dukungan pemerintah, inovasi pengrajin, dan partisipasi masyarakat, batik Berau akan berkembang pesat dan menjadi ikon budaya sekaligus produk unggulan ekonomi kreatif daerah.
“Batik ini bukan hanya kain, tapi juga simbol identitas dan kebanggaan kita sebagai masyarakat Berau. Kita harus menjaga dan mengembangkannya bersama-sama,” pungkasnya. (Ril)





