DPRD Kaltim Kian Didesak, Aliansi Rakyat Kaltim Aksi di 3 Titik hingga Samarinda Seberang

SAMARINDA – Janji politik kembali diuji. Aliansi Rakyat Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan terkait tuntutan mereka tidak bergeser sejak aksi 21 April 2026. Namun hingga kini, respons resmi dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim dinilai masih nihil.

Jenderal Lapangan Aliansi Rakyat Kaltim, Fathur Rahman, menyebut aksi lanjutan digelar di tiga titik strategis sebagai bentuk pengingat atas komitmen yang sebelumnya telah diteken dalam fakta integritas.

“Di tiga titik, pertama di bawah Jembatan Mahakam untuk area seberang, kemudian di lampu merah Lembuswana dan depan Hotel Mesra. Tuntutan kami tidak berubah sejak 21 April,” tegas Fathur saat diwawancarai, Rabu (29/4/2026).

Menurutnya langkah turun ke jalan bukan sekadar simbolik, melainkan bentuk konsistensi dalam mengawal janji yang telah disepakati bersama DPRD Kaltim. Ia menyoroti belum adanya tindak lanjut konkret, khususnya terkait dorongan penggunaan hak angket maupun evaluasi menyeluruh terhadap persoalan yang mereka angkat.

“Pihak DPRD sudah menandatangani, tapi sampai hari ini belum ada lampu hijau. Hak angket atau evaluasi itu belum dijalankan,” ujarnya.

Fathur mengungkapkan kekecewaannya terhadap minimnya komunikasi dari lembaga legislatif tersebut. Bahkan, surat resmi yang telah dikirim sebelumnya belum mendapatkan balasan.

“Belum ada komunikasi sama sekali. Jawaban surat belum ada, undangan resmi juga belum sampai ke kami. Jadi tanggapan resmi itu belum ada,” katanya.

Meski beberapa fraksi disebut telah memberikan respons secara parsial, Aliansi Rakyat Kaltim menilai hal itu belum cukup. Mereka mendesak adanya sikap resmi dari seluruh unsur DPRD Kaltim.

“Hari ini yang kami minta adalah tanggapan resmi dari keseluruhan DPRD. Dengan massa aksi sebanyak itu, bagaimana mungkin mereka masih menutup telinga?” tegasnya.

Fathur menilai kondisi daerah saat ini tidak bisa lagi dianggap biasa. Ia menyebut persoalan yang dihadapi Kaltim sudah berada pada level serius dan membutuhkan keberanian politik dari para wakil rakyat.

“Permasalahan Kalimantan Timur hari ini sudah sangat serius,” ungkapnya.

Aksi tersebut menjadi penanda mengenai tekanan publik terhadap DPRD Kaltim belum mereda. Di tengah janji yang belum ditepati, jalanan kembali menjadi ruang paling jujur bagi rakyat untuk menagih komitmen kekuasaan.

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI