SAMARINDA – Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Timur meninjau perkembangan pembangunan di RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo, Balikpapan, pada Rabu (11/2/2026). Kunjungan tersebut bertujuan memastikan kesiapan infrastruktur rumah sakit rujukan provinsi tersebut dalam menghadapi peningkatan kebutuhan layanan kesehatan pada 2026.
Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh, mengungkapkan alokasi anggaran pembangunan dan rehabilitasi rumah sakit pada APBD 2026 baru mencapai sekitar 10 persen dari total kebutuhan. Padahal sejumlah fasilitas prioritas seperti pembangunan gedung bank darah serta perbaikan bangunan lama dinilai mendesak guna menunjang pelayanan pasien.
“Kami melihat kebutuhan gedung darah sangat mendesak. Kalau anggaran BLUD belum cukup, kami akan dorong agar bisa ditambah melalui APBD Perubahan atau skema pergeseran anggaran,” ujarnya.
Komisi III DPRD Kaltim berkomitmen mendorong penambahan anggaran agar pelayanan kesehatan masyarakat tetap optimal. DPRD Kaltim menegaskan sektor kesehatan merupakan layanan dasar yang harus menjadi prioritas, meskipun ruang fiskal daerah tengah mengalami tekanan.
Pemerintah Provinsi Kaltim bersama DPRD Kaltim telah menyepakati Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 sekitar Rp15,15 triliun, setelah mengalami koreksi akibat tidak tercapainya target pendapatan daerah pada tahun sebelumnya.
Dengan postur anggaran tersebut, pemerintah daerah dituntut lebih selektif dalam menentukan program prioritas, termasuk pembangunan sektor kesehatan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.
Sebagai rumah sakit rujukan milik pemerintah provinsi, RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo memegang peran penting dalam sistem layanan kesehatan di Kalimantan Timur. Rumah sakit itu melayani pasien dari berbagai kabupaten/kota dan menjadi salah satu fasilitas utama untuk penanganan kasus rujukan tingkat lanjut.
Fasilitasnya terus dikembangkan untuk mengimbangi pertumbuhan penduduk serta meningkatnya kebutuhan layanan medis spesialistis di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara.
DPRD Kaltim menilai percepatan pembangunan infrastruktur kesehatan tidak hanya berdampak pada kualitas pelayanan pasien, tetapi memperkuat ketahanan sistem kesehatan daerah dalam jangka panjang. Oleh karena itu, dukungan anggaran dinilai menjadi faktor krusial agar rumah sakit dapat beroperasi secara maksimal.
Pewarta: K Irul Umam
Editor: Yahya Yabo





