SAMARINDA – Ketua DPRD Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud menilai satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud dan Seno Aji, berjalan cukup baik, khususnya dalam hal komunikasi antara legislatif dan eksekutif.
Menurut Hasanuddin, selama ini hubungan komunikasi antara DPRD Kaltim dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim masih terbuka dan konstruktif. Ia menegaskan selama pintu komunikasi tetap terbuka, maka persoalan yang muncul dapat dibahas dan dicarikan solusi bersama.
“Kalau ada komunikasi, sepanjang masih terbuka komunikasi berarti masih bisa diharapkan. Yang tidak bisa diharapkan itu kalau pintu komunikasi sudah tertutup,” ujarnya sampaikan saat diwawancarai, Senin (23/2/2026).
Ia bahkan mengibaratkan komunikasi tersebut sebagai silaturahmi. Selama silaturahmi terjaga, maka koordinasi dan klarifikasi atas berbagai kebijakan dapat dilakukan dengan baik.
Dalam evaluasi satu tahun pemerintahan Rudy–Seno, Hasanuddin menyebut DPRD Kaltim tidak menemukan banyak hal krusial untuk dikritisi secara tajam. Pasalnya setiap pertanyaan atau masukan yang disampaikan DPRD sejauh ini dapat dijawab oleh pihak Pemprov melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
“Semua yang disampaikan masyarakat itu kita pertanyakan ke biro terkait dan ternyata memang masih bisa dijawab. Aturannya jelas, anggarannya juga dibatasi. Kita ini diatur oleh regulasi,” jelasnya.
Ia menambahkan dalam setiap pembahasan program, DPRD dan Pemprov Kaltim tetap mengacu pada ketentuan perundang-undangan, termasuk pembagian kewenangan antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota.
Dirinya menekankan kebijakan tidak bisa dijalankan semata-mata berdasarkan keinginan, melainkan harus sesuai dengan regulasi dan kemampuan anggaran. Ia mengingatkan agar tidak terjadi pelanggaran prosedur, seperti memasukkan anggaran di luar mekanisme perencanaan yang telah ditetapkan.
“Begitu tidak masuk dalam dokumen perencanaan, lalu anggaran dipaksakan masuk, itu namanya melanggar aturan. Itu yang harus kita hindari bersama,” tegasnya.
Meski demikian, ia mengakui dinamika pemerintahan tetap ada, termasuk kritik dari masyarakat terkait sejumlah program. Namun menurutnya selama penjelasan dan dasar hukumnya jelas, maka hal tersebut dapat dipahami.
Secara umum, ia menilai hubungan kerja antara DPRD Kaltim dan Pemprov Kaltim di bawah kepemimpinan Rudy Mas’ud dan Seno Aji masih berjalan dalam koridor yang baik. Evaluasi tetap dilakukan, namun lebih pada penguatan dan penyempurnaan program, bukan pada persoalan mendasar dalam tata kelola komunikasi.
“Sepanjang komunikasi baik dan semua pertanyaan bisa dijawab, berarti pemerintahan masih berjalan sebagaimana mestinya,” sebutnya.
Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Yahya Yabo





