SANGATTA – Anggota DPRD Kutim, Ardiansyah, menyoroti kasus pembuangan bayi yang baru-baru ini terjadi di wilayah Sangatta. Dirinya menilai kejadian ini menunjukkan masih minimnya edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja, sehingga perlu ada langkah serius dari semua pihak.
“Ini tragedi kemanusiaan. Artinya, masih banyak remaja yang tidak paham atau bahkan bingung menghadapi persoalan kehamilan yang tidak direncanakan. Kami mendorong agar edukasi kesehatan reproduksi diperkuat, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat,” tegas Ardiansyah kepada awak media waktu lalu.
Peristiwa ini, lanjut Ardiansyah, harus menjadi perhatian serius seluruh kalangan baik orang tua, sekolah, maupun pemerintah. Menurutnya pengawasan terhadap pergaulan remaja perlu ditingkatkan, seiring dengan pemberian pemahaman yang benar mengenai risiko pergaulan bebas.
Sementara itu, pemerintah sebelumnya telah menggulirkan Program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) melalui BKKBN di Kecamatan Muara Wahau sejak Maret lalu. Program ini bertujuan memperkuat pengasuhan integratif bagi anak dan keluarga.
Namun menurut Politisi PKS, langkah tersebut perlu diperluas. “Kita tidak bisa hanya berharap pada satu program. Harus ada upaya yang lebih konkret, terintegrasi yang menyasar remaja agar mereka punya bekal pengetahuan yang benar,” kata Ardiansyah.
DPRD Kutim berharap kejadian serupa bisa dicegah dengan memperkuat sinergi antara keluarga, sekolah, dan seluruh elemen masyarakat.
Pewarta: Ramlah
Editor: Yahya Yabo





