SAMARINDA — Anggota Komisi II sekaligus Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Samarinda, Dr. Sani Bin Husain, membuat gebrakan nyata demi membantu perekonomian masyarakat di tingkat bawah. Melalui program mandiri bertajuk ‘Ayo Belanja di Toko Tetangga’, ia merogoh kocek pribadinya untuk menyubsidi kebutuhan pokok warga.
Lewat program tersebut, komoditas penting seperti gas LPG (elpiji) 3 kg, gula pasir 1 kg, hingga minyak goreng 1 liter, masing-masing dapat ditebus warga hanya dengan harga Rp10.000. Angka itu digadang-gadang sebagai harga termurah di Indonesia saat ini.
Dr. Sani mengungkapkan ide itu lahir dari diskusi hangat bersama para pemilik toko kelontong di sekitar tempat tinggalnya. Sebagai anggota dewan yang juga memahami bidang ekonomi, ia melihat ada dua masalah utama yang sedang terjadi di masyarakat.
“Semua berangkat dari keresahan. Ketika kami sering kumpul dan ngopi di warung kelontong depan, saya sering mendengar keluhan dari pemilik toko Madura dan toko-toko kecil lainnya bahwa omset mereka turun drastis,” ujar Sani saat diwawancara, Sabtu (23/6/2026).
Ia menjelaskan penurunan omset tersebut dipicu oleh dua hal, penurunan daya beli masyarakat akibat masalah lapangan kerja, serta lonjakan harga komoditas akibat dampak kondisi global maupun nasional.
“Saya berpikir malamnya, bagaimana caranya mengatasi dua masalah ini sekaligus dalam satu jalan? Akhirnya saya buat program kupon subsidi ini agar harga barang yang sangat dibutuhkan masyarakat menjadi sangat terjangkau,” lanjutnya.
Mekanisme program tersebut mengedepankan prinsip simbiosis mutualisme. Dr. Sani membagikan kupon subsidi secara gratis kepada para tetangga dan warga sekitar. Kupon tersebut kemudian dibawa ke toko kelontong mitra (toko tetangga) untuk menebus sembako murah. Selisih harga aslinya dibayar penuh oleh Sani menggunakan gaji pribadinya.
“Ini sebenarnya kerja sama dengan perusahaan (toko) di situ. Mereka enak karena omsetnya naik, saya juga senang karena bisa membantu warga. Gas LPG 3 kg, gula 1 kg, dan minyak 1 liter semuanya termurah, cuma Rp10.000 dari Sabang sampai Merauke,” tegasnya.
Dengan harga yang miring, antusiasme masyarakat melonjak tajam. Awalnya program ini direncanakan berjalan seminggu, namun karena tingginya kebutuhan warga, Dr. Sani terus menambah kuota kupon.
“Awalnya cuma seminggu karena dompet saya sudah jebol kan. Tapi animo masyarakat tinggi sekali. Kadang jam 12 malam atau jam 1 dini hari ada yang ketok rumah saya bilang, ‘Pak, kalau besok tidak ada gas, kami tidak bisa makan.’ Mau tidak mau saya cetak lagi, sekarang sudah hampir 400 kupon yang beredar,” ungkap legislator PKS tersebut.
Dr. Sani menegaskan program subsidi tersebut murni menggunakan dana pribadi dan tidak menyentuh sepeser uang negara atau APBD. Konsekuensinya, ia dan keluarga harus melakukan efisiensi besar-besaran dalam kehidupan sehari-hari.
“Apakah saya rugi? Secara materi jelas jebol, tapi hati saya bahagia melihat toko-toko kelontong laris dan warga terbantu. Saya mengubah pola hidup keluarga saya. Yang biasanya makan daging atau makan lengkap, sekarang makannya telur dadar dipotong empat,” tuturnya.
Menurutnya pengorbanan itu adalah bentuk kesetiakawanan nasional yang nyata antara pejabat dan rakyat yang diwakilinya.
“Saya pikir ini bagian dari kesetiakawanan nasional. Pejabat dan rakyat harus sama-sama merasakan susah. Saat ini yang penting itu tindakan nyata, bukan sekadar wacana atau omongan semata,” tambahnya.
Saat ditanya hingga kapan program tersebut akan berjalan, Dr. Sani mengaku tidak bisa memprediksi secara pasti, mengingat keterbatasan dana pribadinya. Kendati demikian, ia sangat berharap kondisi ekonomi nasional dan geopolitik segera membaik agar harga-harga kembali normal.
Pada akhir wawancara, ia justru menantang dan mengajak para pejabat publik atau anggota dewan lainnya untuk meniru program subsidi sekecil apa pun di wilayahnya masing-masing.
“Kalau ada pejabat, anggota dewan, atau siapa pun yang mau mencontoh program ini, dengan senang hati tangan saya terbuka lebar. Bukan untuk minta bantuan uang, tapi saya siap bagikan konsepnya. Saya akan share semua ilmunya. Semakin banyak yang melaksanakan ini, semakin baik untuk rakyat,” jelas Dr. Sani. (rm/adv)
Pewarta: Abdi
Editor: Yahya Yabo





