SAMARINDA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda saat ini sedang merawat dua pasien di ruang perawatan isolasi yang hasil pemeriksaan swab antigennya menunjukkan positif.
Informasi ini telah dikonfirmasi melalui sebuah video berdurasi 1 menit 11 detik yang dirilis oleh pihak rumah sakit.
Pihak RSUD AWS menjelaskan hasil swab antigen positif tidak selalu mengindikasikan infeksi Covid-19 murni, karena dapat disebabkan oleh kondisi medis lain seperti diabetes melitus dan penyakit paru.
Oleh sebab itu, sampel dari kedua pasien telah dikirimkan ke Banjarbaru untuk dilakukan uji PCR yang lebih akurat, sekaligus untuk mendeteksi potensi adanya virus Covid-19 varian baru.
Kabar adanya pasien dengan hasil swab antigen positif di RSUD AWS segera memicu kekhawatiran yang mendalam di kalangan masyarakat, membangkitkan kembali memori masa pandemi Covid-19 sebelumnya.
Sejumlah warga di sekitar RSUD AWS menyatakan keterkejutan dan kecemasan mereka.
Seorang warga, Muhammad Isa Sari (48), yang sedang menemani pasien di RSUD AWS dan beristirahat di luar ruangan mengungkapkan perasaannya.
“Hah masa, masa sekarang ada Covid-19 kembali? Belum dengar saya informasinya ada Covid kembali. Kami baru ke rumah sakit ini, saya belum ada dengar pasien di sini terkena Covid, sudah lama tidak kemari,” ujar Isa.
Kekhawatiran Isa semakin menjadi saat mendengar informasi mengenai varian baru yang disebut-sebut lebih parah.
“Saya juga ada dengar bahwa Covid-19 varian terbaru ini lebih keras dari pada kemarin dan juga ini varian terbaru. Kalau Covid-19 kembali lagi saya dan keluarga waspada, seperti tahun-tahun sebelumnya, jadi takut saya eh,” katanya.
Dirinya mengingat kembali dampak berat pandemi yang pernah dirasakan. “Tahun-tahun kemarin saja tidak bisa ke mana-mana pas adanya Covid-19 itu, mau kerja tidak bisa, mau keluar tidak bisa, kelaparan di rumah, serba ketakutan dengan adanya Covid-19 beberapa tahun yang lalu. Anak istri terlantar, biaya hidup juga bertambah,” kenangnya.
Isa berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera bertindak apabila memang Covid-19 kembali merebak.
“Harapan saya, ya segera semisalnya ada Covid-19 kembali, segeralah dihilangkan, warga yang terkena dampaknya kembali, sistemnya seperti masyarakat seperti saya, kalau ada benar-benar ada penyakitnya kita selalu waswas,” sebutnya.
Trauma masa lalu masih membekas kuat dalam benaknya. “Yang kemarin (sebelumnya) ‘kan, setiap saya di rumah, mendengar suara ambulans itu takut dan jantungnya berdebar-debar, siapa lagi yang meninggal ya, tidak tenang hidup itu. Kalau kembali lagi penyakit/virus Covid-19 dan makan juga tidak menikmati dengan hati waswas,” ungkapnya.
Masyarakat kini menantikan hasil uji PCR dari kedua pasien tersebut untuk mendapatkan kejelasan lebih lanjut mengenai situasi saat ini.
Pewarta: Dimas
Editor: Yahya Yabo





