SAMARINDA – Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Dr. Sani Bin Husain, memberikan sorotan tajam terhadap kondisi ekonomi Samarinda di tengah dinamika inflasi dan perubahan struktur anggaran daerah 2026.
Meskipun Samarinda tercatat memiliki pertumbuhan ekonomi tertinggi di Kalimantan Timur yakni sekitar 6,22 persen, Sani menekankan angka tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan realitas yang dirasakan oleh pelaku usaha dan masyarakat di tingkat bawah.
“Saya melihat dampaknya nyata dan terasa secara bertahap, meskipun pertumbuhan ekonomi Samarinda masih tergolong tinggi sekitar 6,22 persen, tertinggi di Kalimantan Timur. Tapi dampak riil yang terlihat dari tiga hal,” ungkap Sani saat dimintai keterangan, Selasa (9/6/2026).
Sani memaparkan sektor perdagangan dan jasa menjadi yang pertama terimbas akibat kenaikan harga BBM dan biaya logistik yang melambung.
“Terimbas karena biaya distribusi naik tajam bisa mencapai di atas 10 persen dari biaya produksi akibat kenaikan harga BBM dan logistik. Akibatnya, perputaran uang melambat dan marjin keuntungan menyusut,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menurutnya paling rentan terhadap guncangan ekonomi saat ini.
“Sektor UMKM paling rentan, banyak yang mengurangi kapasitas produksi, memangkas tenaga kerja, atau kesulitan memenuhi pesanan karena mahalnya bahan baku,” ujar.
Selain tantangan di sektor swasta, Sani menyoroti perubahan signifikan dalam struktur keuangan daerah 2026. Ia mengonfirmasi terjadi kontraksi anggaran yang memaksa pemerintah kota untuk melakukan penyesuaian skala prioritas belanja.
“Kondisi keuangan daerah saat ini menghadapi tantangan serius. Alokasi anggaran menurun drastis dari sekitar Rp5,8 triliun pada 2025 menjadi Rp3,18 triliun pada 2026 akibat penurunan transfer pusat,” paparnya.
Menurut Sani, kondisi itu menuntut tata kelola keuangan yang lebih disiplin.
“Hal ini mengubah prioritas belanja menjadi lebih efisien dan terarah,” tegasnya.
Meski diterpa berbagai kendala, Sani tetap memberikan apresiasi terhadap langkah-langkah mitigasi yang diambil oleh Pemerintah Kota Samarinda. Ia optimis struktur ekonomi kota masih memiliki ketahanan yang cukup untuk menghadapi situasi sulit tersebut.
“Meski demikian, mitigasi Pemkot saya nilai berhasil. Hal ini didukung struktur ekonomi kita yang tetap tahan banting, serta konsumsi masyarakat yang masih cukup kuat dan pertumbuhan sektor strategis yang tetap berjalan,” sebutnya. (rm/adv)
Pewarta: Abdi
Editor: Yahya Yabo





