SAMARINDA – Wakil Ketua I DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Ekti Imanuel, menyampaikan harapannya kepada Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) yang baru dilantik, Angela Idang Belawan, bersama wakilnya Suhuk, agar bekerja maksimal dan memperkuat komunikasi dengan Pemprov Kaltim.
Menurut Ekti, Mahulu yang baru berusia sekitar 12 tahun sebagai daerah otonom masih menghadapi banyak tantangan pembangunan, terutama di sektor infrastruktur dasar.
“Harapan kita setelah dilantik ini, Bupati dan Wakil Bupati Mahulu bisa bekerja maksimal, lebih terukur, serta menjalin komunikasi yang baik dengan Pemprov Kaltim,” ujarnya di Gedung Utama B DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Selasa (23/9/2025).
Ekti menekankan pentingnya percepatan pembangunan perkantoran, fasilitas publik, serta infrastruktur di kecamatan terpencil seperti Long Pahangai dan Long Apari. Ia mengingatkan, jarak antarwilayah yang jauh menuntut sinergi kuat antara Pemkab dan Pemprov.
“Dalam RPJMD provinsi sudah ada pembangunan jalan, rumah sakit, hingga sekolah unggulan di Mahulu. Tapi harus didukung kabupaten, misalnya penyediaan lahan. Jadi komunikasi sangat penting,” tegasnya.
Ekti juga menyoroti risiko keterlambatan program bila koordinasi tidak segera dilakukan. “Kalau tahun pertama tidak dibangun, otomatis program berikutnya mundur. Target peresmian di akhir periode bisa meleset,” katanya.
Terkait pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH), ia mengingatkan dampaknya akan dirasakan semua daerah, termasuk Mahulu. Namun, ia tetap optimistis kepala daerah baru bisa bergerak cepat dan mengutamakan pelayanan masyarakat.
“Bupati dan wakil yang baru harus kerja cepat, komunikasi dengan provinsi, dan tetap mengutamakan rakyat. Mahulu ini walaupun kecil, tapi harus kita bangun bersama,” tutupnya. (adv)





