PPU – SMA Negeri 5 Penajam Paser Utara (PPU) resmi membuka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-21 melalui Etnofusion 21 “When Tradition Meets Innovation”, Senin (15/12/2025). Kegiatan ini dibuka dengan seremoni budaya yang menegaskan komitmen sekolah dalam memadukan pelestarian tradisi dan kreativitas generasi muda.
Pembukaan yang mengusung tema Awakening Culture diawali dengan tarian tradisional serta kehadiran peserta yang mengenakan pakaian adat Nusantara. Nuansa kearifan lokal semakin kuat dengan pelaksanaan ritual adat Paser berupa prosesi tepung ketan (Belian Putih) sebagai simbol penyucian, doa keselamatan, dan harapan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
Ketua Panitia Etnofusion 21, Aprilian Rizky Pratama Poetra Samudra, mengatakan kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan ulang tahun sekolah, tetapi juga ruang edukasi budaya bagi siswa.
“Etnofusion 21 kami hadirkan sebagai wadah untuk menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya Nusantara sekaligus mendorong kreativitas siswa agar tetap relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Usai ritual adat, acara dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Kepala SMAN 5 PPU sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan 21 tahun sekolah. Prosesi tersebut sekaligus menandai dimulainya seluruh agenda Etnofusion 21 secara resmi, dilanjutkan dengan pemukulan alat musik adat Paser sebagai simbol pembukaan kegiatan.
Pada hari pertama, pembukaan dimeriahkan dengan pementasan drama budaya, tari Ronggeng, flashmob, hingga penampilan musik yang mengolaborasikan unsur tradisional dan modern. Kegiatan ini menjadi gambaran awal konsep Etnofusion yang mengangkat budaya sebagai ruang ekspresi kreatif siswa.
Rangkaian Etnofusion 21 akan berlangsung selama empat hari dengan beragam agenda tematik. Hari kedua diisi Creative Competition Day meliputi Etnofusion Solo Vocal Competition 2025, kompetisi Mobile Legends, serta Workshop Art in Fusion. Hari ketiga menghadirkan Sport & Youth Entertainment Festival dengan kompetisi olahraga pelajar dan panggung bakat siswa. Sementara hari keempat ditutup melalui Grand Festival Etnofusion 21, Etnofusion Walk Fest, pembagian doorprize, pengumuman juara, hingga hiburan penutup.
Kepala SMAN 5 PPU, Waryono, menegaskan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab tidak hanya dalam penguatan akademik, tetapi juga pelestarian nilai budaya lokal. Melalui Etnofusion 21 ini juga, SMAN 5 PPU berharap dapat terus menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda yang kreatif, berprestasi, serta berakar kuat pada budaya lokal.
“Kami ingin menanamkan kepada siswa bahwa kemajuan teknologi dan modernisasi harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya dan jati diri daerah,” katanya.
Pewarta: Robbi lalat





