Expo Pemuda Idaman Kukar Tunjukkan Lahirnya Ekonomi Kreatif Baru dari Tangan Anak Muda

TENGGARONG – Di tengah semarak musik, aroma kuliner lokal, dan riuh tepuk tangan penonton di Taman Kota Raja Tenggarong, semangat Sumpah Pemuda terasa hidup dalam wujud paling nyata. Melalui Expo Pekan Raya Pemuda Idaman Terbaik, Sport and Food Festival 2025, ratusan pemuda Kutai Kartanegara (Kukar) memamerkan kreativitas, karya, dan produk lokal yang membuktikan: generasi muda bukan hanya pewaris semangat, tetapi juga penggerak ekonomi baru daerah.

Digelar selama empat hari, 21–24 Oktober 2025, expo ini menjadi ruang besar untuk menampilkan kolaborasi lintas komunitas, mulai dari pelaku UMKM muda, seniman, musisi, atlet, hingga pegiat digital. Semua berkumpul dalam satu panggung yang menyatukan ekonomi, olahraga, dan budaya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Aji Ali Husni, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari semangat Sumpah Pemuda dalam konteks kekinian: membangun kemandirian lewat karya.

“Alhamdulillah, kegiatan ini adalah hasil sinergi antara pemerintah daerah dan pemuda Kukar untuk memberdayakan potensi generasi muda. Banyak kegiatan menarik seperti pagelaran UMKM, seni budaya, hingga podcast inspiratif,” ujarnya, Senin (21/10/2025) malam.

Menurut Aji Ali, Expo Pemuda Idaman bukan sekadar hiburan tahunan, melainkan laboratorium kreativitas anak muda Kukar. Di sinilah ide-ide segar diuji dan produk lokal mendapatkan panggung promosi.

“Kami ingin melihat potensi mereka, lalu memfasilitasi agar bisa berkembang. Banyak pemuda Kukar yang punya bakat luar biasa, dari musik tradisional hingga bisnis kuliner modern,” katanya.

Dalam program Pemuda Idaman Terbaik, Dispora Kukar telah menggelar serangkaian pelatihan sepanjang 2025, mulai dari digital marketing, manajemen usaha, hingga pendampingan perizinan produk. Tujuannya sederhana: menyiapkan pemuda menjadi wirausahawan muda tangguh.

“Kami bantu mereka dari sisi kapasitas hingga promosi. Expo ini jadi jembatan agar produk mereka dikenal lebih luas,” jelasnya.

Tahun ini, 75 pelaku UMKM muda ikut serta memamerkan produk khas Kukar—mulai dari makanan tradisional, kopi lokal, hingga kerajinan daur ulang kreatif. Antusiasme pengunjung membuktikan, pasar untuk produk anak muda Kukar terus tumbuh.

“Kita tidak batasi peserta. Semua pemuda punya hak yang sama untuk tampil dan mempromosikan hasil karyanya,” tambah Aji.

Expo kali ini juga menghadirkan nuansa baru: kompetisi olahraga, pertunjukan musik daerah, hingga diskusi inspiratif tentang kewirausahaan muda. Kegiatan ini menjadi ajang pembuktian bahwa kreativitas dan ekonomi bisa berjalan berdampingan dalam satu ruang yang inklusif.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Pemerintah Kabupaten Kukar ingin menjadikan Sumpah Pemuda bukan sekadar seremoni tahunan, tapi gerakan ekonomi kreatif berkelanjutan. Dari arena Expo Pemuda Idaman, tumbuh generasi baru yang tak hanya berani bermimpi, tapi juga berani beraksi membangun Kukar dari tangan mereka sendiri. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI