Fisip Unmul Gelar ESQ, Bentuk Karakter Mahasiswa Lewat Pelatihan di Era Digital

SAMARINDA – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Mulawarman mencatat sejarah baru dengan menyelenggarakan Pelatihan Emotional and Spiritual Quotient (ESQ) pertama di lingkungan fakultas. Kegiatan itu berlangsung selama dua hari yakni 12 November hingga 13 November 2025, di Gedung Rektorat Lantai 4 Universitas Mulawarman dan diikuti lebih dari 700 mahasiswa baru dari delapan program studi.

Pelatihan yang mengusung tema keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual tersebut mendapat dukungan penuh dari Rektor Universitas Mulawarman, Prof Abdunnur serta Dekan Fisip, Dr Finnah Fourqoniah. Dukungan tersebut menunjukkan komitmen pimpinan universitas dalam mendorong pembentukan karakter dan kepemimpinan mahasiswa sejak awal masa perkuliahan.

Rektor Universitas Mulawarman, Prof Abdunnur, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Fisip yang untuk pertama kalinya menyelenggarakan pelatihan ESQ bagi mahasiswa baru. Menurutnya keberhasilan akademik saja tidak cukup tanpa keseimbangan dalam pengelolaan emosi dan spiritualitas.

“Kegiatan seperti ini sangat penting di era digital yang penuh distraksi. Mahasiswa perlu dibekali bukan hanya dengan pengetahuan tetapi dengan kekuatan hati dan kepekaan nurani,” ujarnya.

Prof Abdunnur menambahkan pelatihan tersebut merupakan langkah konkret dalam membangun generasi muda yang tidak hanya berilmu tetapi berempati dan memiliki nilai kemanusiaan.

“Pendidikan sejati tidak hanya mengasah otak, tetapi membentuk karakter dan moralitas,” tambahnya.

Sementara itu, Dekan Fisip Dr. Finnah Fourqoniah, menuturkan rasa bangga dan harunya melihat antusiasme mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut hingga akhir.

Ia menyebut pelatihan ESQ telah membuka ruang refleksi bagi mahasiswa untuk mengenali diri sendiri dan memahami makna kehidupan di tengah tantangan zaman.

“Saya melihat sendiri bagaimana mahasiswa begitu antusias dan terlibat secara emosional. Banyak yang mengatakan pelatihan ini membuat mereka menemukan arah hidup yang lebih jelas,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan seperti itu dapat menjadi tradisi baru di Fisip Unmul sebagai bagian dari pembinaan karakter yang berkelanjutan.

“Kami ingin mahasiswa Fisip tidak hanya unggul secara akademik, tetapi memiliki kecerdasan emosional dan spiritual yang kuat. Inilah kunci agar mereka bisa sukses dan berkontribusi positif bagi masyarakat,” imbuhnya.

Ketua Panitia sekaligus Wakil Dekan III Fisip, Daryono, menjelaskan pelatihan ESQ dirancang sebagai bagian dari program pengembangan diri mahasiswa. Ia menegaskan kegiatan tersebut bukan sekadar pelatihan motivasi, melainkan proses pembentukan kepribadian yang komprehensif.

“Mereka akan menghadapi dunia kerja dan kehidupan sosial yang penuh dinamika. Tanpa keseimbangan emosi dan spiritual, kecerdasan akademik saja tidak cukup,” ujar Daryono.

Kegiatan selama dua hari tersebut terbagi atas dua kelompok peserta. Hari pertama diikuti mahasiswa dari program studi Pembangunan Sosial, Psikologi, Ilmu Pemerintahan kelas A, dan Hubungan Internasional. Sedangkan hari kedua, diikuti mahasiswa dari Administrasi Publik, Administrasi Bisnis, Ilmu Komunikasi, dan Ilmu Pemerintahan kelas B.

Selama pelatihan, mahasiswa mendapat materi inspiratif dari narasumber nasional seperti Dr. Ary Ginanjar Agustian, Lid Idham Khalid, dan Denny Kurniawan. Para narasumber membagikan pengalaman serta metode praktis untuk membangun keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosi, dan spiritual, agar mahasiswa mampu mengelola diri dalam menghadapi tekanan dunia modern.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif dengan sesi refleksi diri, diskusi kelompok, hingga kegiatan kebersamaan yang membangun empati antar peserta. Banyak mahasiswa mengaku mendapatkan pengalaman emosional dan spiritual yang mendalam.

“Saya merasa lebih memahami tujuan hidup saya setelah ikut kegiatan ini. Tidak hanya belajar untuk pintar, tapi juga untuk menjadi manusia yang lebih baik,” ungkap salah satu peserta dari Prodi Administrasi Publik.

Selain sesi utama, kegiatan menampilkan sosialisasi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Perisai Diri dan UKM Taekwondo yang mengajak mahasiswa menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental.

Daryono berharap kegiatan itu dapat menjadi model pelatihan yang berkelanjutan di Fisip.

“Kami berkomitmen menjadikan pelatihan ESQ sebagai agenda tahunan fakultas. Harapannya setiap mahasiswa baru mendapatkan pembinaan karakter sejak awal agar siap menghadapi dunia nyata dengan hati yang kuat dan pikiran yang jernih,” tegasnya.

Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas dan semangat luar biasa dari mahasiswa, pelatihan ESQ perdana Fisip Universitas Mulawarman menjadi tonggak penting dalam perjalanan pendidikan karakter di lingkungan kampus. Kegiatan itu bukan hanya menumbuhkan semangat intelektual tetapi memperkaya makna kemanusiaan bagi seluruh civitas akademika. (rls)

Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI